Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 26 Januari 2017 21:50 WIB

Jokowi Minta Guru Ajari Siswa Saring Informasi Medsos

Jakarta, HanTer – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para guru di Tanah Ai untuk memperhatikan secara serius perkembangan media sosial (medsos) yang kerap diakses para pelajar.
 
"Kita harus berikan perhatian serius terhadap perkembangan medsos yang pengaruhnya sangat dekat dan nyata kepada anak-anak kita. Kadang yang mendidik anak-anak kita adalah medsos. Hati-hati, kadang berita yang tersaji menampilkan seolah-olah kebenaran itu ada di medsos padahal belum tentu hal yang tersampaikan dalam medsos itu benar, banyak hal yang bohong," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (26/1/2017).
 
Untuk itu, Presiden meminta agar guru mengajarkan anak didiknya untuk menyaring informasi mana yang benar dan mana yang keliru di medsos.
 
"Anak-anak harus dididik untuk menyaring mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang salah mana yang benar. Kalau tidak hati-hati menimbulkan dekonstruksi berpikir anak-anak dan ini harus diantispasi sedini mungkin," kata Presiden.
Terlebih, Menurut Presiden Jokowi, interaksi sosial semakin menurun bahkan hingga tingkat keluarga. 
"Juga terjadi pergeseran nilai-nilai, bersekolah juga kalau kita lihat sekarang ini hanya berkeinginan untuk mencari legalistik, mencari ijazah, bukan mencari ilmu. Hati-hati, kita juga perlu menyadari bersama bahwa modernisasi dan teknologi juga perlu dipagari sehingga yang negatif itu tidak menginvasi anak-anak kita," katanya.
 
Presiden menilai bahwa perubahan kultur tersebut bisa berasal dari budaya Barat maupun dari negara-negara lain sehingga bisa melunturkan nilai-nilai kebhinekaan.
 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats