Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 19 Juli 2016 21:22 WIB

Kemenristek Dikti Setujui Proses Belajar Mengajar, Pangkalan Data serta Hibah Usakti Tetap Berjalan

Jakarta, HanTer - Muhammad Nasir selaku Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti) menyetujui jika proses belajar mengajar serta panggkalan data dan hibah penelitian bagi para dosen Universitas Trisakti tetap berjalan ditengah-tengah konflik yang sedang berlangsung antara pihak Universtias Trisakti dengan Yayasan.
 
"Kita akan segera mencari solusi dari masalah dan konflik yang sedang terjadi supaya marwah Universitas Trisakti dapat kembali dan kampus Usakti bisa bersaing untuk menuju Perguruan Tinggi kelas dunia,” ujar Nasir ketika menerima audiensi Senat Universitas Trisakti di kantor Kemenristekdikti di Jakarta, Selasa (19/7/2016).
 
Pria yang juga sebagai Guru besar di bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah itu menegaskan bahwa Kemenristek Dikti siap menjadikan kampus Usakti menjadi Universitas Negeri dengan berbagai persyaratan seperti audit forensik, audit nilai aset serta audit proses pembelajaran.
 
Disisi lain, Ketua Senat Universitas Trisakti HA Prayitno memaparkan bahwa Kampus Trisakti telah siap melalui proses audit yang akan dilakukan oleh Kemenristek Dikti. "Karena pada dasarnya Usakti ini aset negara dan harus dikembalikan lagi kepada negara," ujarnya.
 
Prayitno mengatakan jika seandainya Usakti asetnya dikembalikan pada negara dan menjadi Universitas Negeri, tidak akan membebani pemerintah, karena Trisakti memiliki intangible asset yang sangat besar, yakni para guru besar yang berjumlah 60 orang, ribuan dosen dan staf pengajar serta karyawan, selain itu juga Usakti memiliki tangible asset yang saat ini bernilai lebih dari Rp 10 triliun berupa kampus dan tanah.
 
Sementara itu Sekretaris Senat Usakti, Dadan Umar Daihani mengungkapkan bahwa proses penegerian ini sudah lama dan selama ini civitas akademika Universitas Trisakti telah mampu untuk mempertahankan proses belajar mengajar, namun menurutnya pihak yayasan berusaha mengganggu proses belajar mengajar mahasiswa Usakti dengan adanya pelantikan Rektor baru yang tidak sesuai dengan prosedur yaitu dengan tidak melibatkan senat Universitas Trisakti. 
 
Untuk itu, pihak senat secara konsisten menolak atas pelantikan rektor yang dilakukan oleh yayasan tersebut.
 
"Dengan adanya pertemuan antara civitas akademika Universitas Trisakti dengan Kemenristekdikti ini kegiatan Tridarma perguruan Tinggi dikampus Trisakti dapat berjalan seperti biasanya, sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh dosen tidak terganggu," harap Dadan. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats