Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 14 Juni 2016 23:21 WIB

Khofifah Minta Guru Ubah Cara Disiplinkan Siswa

Jakarta, HanTer – Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, mengimbau setiap guru untuk mengubah cara pandang lama dalam mendisiplinkan siswa. Menurut dia, cara-cara kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal sudah tidak dibenarkan.

Apalagi, lanjut dia, cara tersebut terbukti tidak mampu mendisiplinkan anak dengan benar.  "Mencubit yang meninggalkan bekas atau menegur yang menjurus ke bullying tidak dibenarkan," kata Mensos di Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Ia berpendapat, teguran yang diartikan kekerasan dalam bentuk fisik maupun verbal itu berisiko menimbulkan kekecewaan bagi siswa. Terlebih, jika teguran disampaikan di luar batas kewajaran. 

"Pada intinya, proses mendisiplinkan siswa di sekolah harus memperhatikan toleransi. Guru harus ingat mana tindakan yang perlu dan tidak perlu dilakukan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakan, rasa emosi dan niatan mendisiplinkan siswa tidak diperkenankan dicampur dalam satu tindakan. Sebab, mengajar anak sama halnya menguji kesabaran diri.

Dalam mengimplementasikannya, kata Anies, seorang guru harus bisa mengelola emosi, sehingga anak didik tidak menjadi pelampiasan amarah. “Jadi jangan jadikan anak sebagai tempat luapan emosi orangtua maupun guru dalam mendidik,” kata Anies.

Sebagai informasi, kasus seorang murid yang melaporkan gurunya kembali terulang. Setelah sebelumnya terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kini masalah serupa terjadi Jakarta Timur.  Guru bernama Inho Loe dilaporkan oleh orangtua siswa kelas 4 SD Antonius Matraman, Jakarta Timur, berinisial KN karena diduga mencubit KN pada saat mengajar. Laporan masuk ke PPA Polres Jakarta Timur pada Jumat (10/6).

Sementara pada kasus di Sulawesi Selatan, seorang guru sukarela di SMA Negeri 2 harus mendekam di sel tahanan karena dilaporkan orangtua muridnya.  Kejadiannya bermula saat menjelang ujian semester, sekolah mengumumkan agar seluruh siswa SMAN 2 Sinjai Selatan merapikan rambutnya.

Singkat cerita, sang guru memangkas paksa rambut seorang muridnya, Saharuddin, Sabtu (4/6/2016). Namun lengan Saharuddin tergores akibat menolak saat rambutnya dipangkas. Tak terima, orangtua Saharuddin melaporkan guru tersebut ke aparat kepolisian. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats