Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 11 Februari 2016 01:11 WIB

UII Butuh Standardisasi Aktivitas Dakwah

Yogyakarta, HanTer-Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta membutuhkan perumusan dan standardisasi aktivitas dakwah agar dapat dijalankan dengan baik oleh setiap warga kampus. Hal itu dikatakan Wakil Rektor III UII, Abdul Jamil.

"Sejak berdiri, UII memang telah lama melakukan aktivitas dakwah. Namun, dengan semakin kompleksnya tantangan umat, aktivitas dakwah di UII perlu mendapat perumusan dan standardisasi yang sifatnya seperti kebijakan," kata Jamil di Yogyakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (10/2/2016).

Pada sidang Majelis Mudzakarah UII, Jamil mengatakan bidang lain seperti penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sudah ada standarnya. Dakwah pun seharusnya mulai dipikirkan bagaimana standarnya agar lebih terukur.

"Hal itu sangat penting karena kegiatan dakwah harus bisa diukur dan dilihat manfaat berkelanjutannya di masyarakat. Dakwah seyogianya bersifat kontinyu, bukan bersifat sporadis dan insidental," ujarnya.

Dalam ajaran Islam, lanjut dia, menyeru kepada kebaikan (dakwah) merupakan salah satu kewajiban agama, terlebih bagi orang yang berilmu. Sebagai kampus bernapaskan Islam, UII telah mengintegrasikan dakwah sebagai bagian dari catur dharma perguruan tinggi, bersama dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Hal itu berarti dakwah menjadi salah satu aktivitas yang wajib dijalankan oleh segenap sivitas akademika UII. Dakwah juga merupakan sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang humanis dan luhur sebagaimana dicita-citakan para pendiri UII," jelasnya.

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII Muntoha menambahkan UII membutuhkan kegiatan dakwah yang lebih terfokus dan berkelanjutan.

"Program pembinaan agama dan dakwah yang sudah ada di UII seperti Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI), pesantrenisasi, Latihan Kepemimpinan Islam Dasar (LKID), dan mentoring perlu mendapat penyegaran," imbuhnya.

Menurutnya, salah satu hal yang cukup krusial adalah menyamakan persepsi dan kekompakan di antara berbagai gerakan pemikiran Islam yang ada di UII. "Jika hal itu terwujud nanti, gerakan dakwah UII tidak lagi membawa bendera organisasi tertentu, tetapi membawa nama UII sebagai satu kesatuan," tukasnya.

Sementara, Majelis Mudzakarah UII merupakan majelis yang terdiri atas para tokoh dan pakar UII untuk membahas isu-isu keumatan.


(adt)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats