Di Publish Pada Tanggal : Senin, 23 Februari 2015 17:30 WIB

Kebocoran Soal UN Tak Boleh Terulang, Bocor Salahkan Pemerintah!

Jakarta,HanTer – Kebocoran soal Ujian Nasional (UN) yang terjadi setiap tahun, harus menjadi pembelajaran berharga, pemangku kebijakan, hendaknya mampu menegakkan peraturan dan mengamankan soal UN.

Dewan Kehormatan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Doni Koesoema, mengatakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), hendaknya mampu mengamankan soal UN 2015. Jangan sampai terjadi kebocoran pada saat pencetakan lembar soal sekaligus perangkatnya. Selama ini, menurut Doni, temuan dari FSGI sendiri bahkan, ada berkas kunci jawaban yang bocor sama persis dengan milik pemerintah.

“Percetakan UN harus diawasi, jangan bocor soalnya. Bisa jadi bocor di percetakan,” ungkapnya saat dihubungi Harian Terbit, di Jakarta, Senin sore (23/02/15).

Lebih lanjut, Doni menyebut pemerintah harus bertindak tegas jika memang ditemukan percetakan yang membocorkan soal atau kunci jawaban. Bahkan, Kemdikbud layak memberikan sanki tindak pidana kepada para pelaku. Meski belum ditemukan bukti langsung, sumber beredarnya kebocoran soal dari percetakan. Namun, pemerintah wajib waspada dan masyarakat harus kritis menanggapi hal ini.

“Harus ketat pengawasannya, jika membocorkan harus ditindak tegas.  Hal ini harus di dicek sampai akarnya. Dan ada proses hukum jika memang terbukti. Ini yang dibocorkan adalah naskah negara,” tandasnya.

Selama ini, kebanyakan naskah yang bocor tak hanya di wilayah perkotaan. Bahkan, menurutnya sampai dengan kota yang kecil sekali pun, berpotensi melakukan tindak kecurangan.


(Elvi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats