Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 25 Juli 2018 19:57 WIB

Ratusan Jamaah Lansia Mulai Alami Gangguan Kesehatan

Jakarta, HanTer - Jamaah haji berusia lanjut (lansia) mulai mengalami gangguan kesehatan. Sejak 17 Juli lalu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah mencatat telah merawat 124 pasien.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka mengatakan, bahwa pasien yang dirawat rata-rata berusia di atas 60 tahun dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Dari 124 pasien, 41 orang dirawat inap, 5 diantaranya pasien dimensia, 7 orang dirujuk k RS King Fadh. Selebihnya telah kembali ke pondokan.

“Sementara ini pasien yang dirawat dikarenakan dehidrasi, jantung, hemorroid, diabetes millitus, hipertensi, infeksi bakterial, asma, penyakit paru obstruktif dan dispepsia syndrome (magh),” kata Eka dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (25/7/2018).

Selama dirawat di KKHI Madinah, jamaah tidak didampingi keluarga. Eka juga meminta agar bersabar dan mendoakan kesembuhan keluarganya yang sedang dirawat. "Keluarga  pasien tidak perlu khawatir karena KKHI Madinah akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk jamaah haji indonesia," ucap dia.

Lebih lanjut dikatakan, pada musim haji tahun ini Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 70 ton obat-obatan untuk jamaah. Adapun pembagiannya sebanyak 20% untuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah dan 80% untuk KKHI Makkah termasuk Armina. “Obat di Makkah ini sewaktu-waktu dapat dikirim k Madinah bila diperlukan,” katanya.

Obat-obatan yang tersedia di depo farmasi KKHI terdiri dari 22 kelas terapi, diantaranya adalah obat-obatan untuk anti hipertensi, anti alergi, anti infeksi, anti virus, anti jamur, anti parkinson, obat pengencer darah dan lain sebagainya. Sementara itu, obat yang paling banyak disiapkan oleh KKHI Madinah adalah analgetik non narkotik yaitu obat-obat yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu, antibiotik juga cukup banyak jumlahnya.

Selain jemaah, petugas kesehatan yang mendampingi Kloter (TKHI) dibekali dengan obat-obatan juga semenjak dari embarkasi. Tahun ini paket obat untuk petugas sebanyak 511 paket. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah Kloter yaitu 507 kloter. Kelebihan paket obat ini disiapkan bila ada penambahan Kloter gabungan.

"Bila obat-obatan tersebut sudah habis maka TKHI dapat meminta di Depo Farmasi yang ada di klinik kesehatan haji Indonesia di Madinah," kata Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi Melzan Dharmayuli.

Kepada jemaah haji yang memiliki risiko tinggi, Melzan berpesan agar teratur minum obat. "Jangan lupa minum obat dan batasi aktivitas. Jangan terlalu tinggi," katanya. Sementara untuk jemaah yang batuk, Melzan mengimbau untuk banyak minum guna mengurangi frekuensi batuk.

"Banyak minum penting bagi jemaah haji yang batuk. Tapi semua jemaah harus banyak minum mengingat suhu udara yang tinggi dengan kelembaban rendah," tambah Melzan.

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats