Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 15 Juli 2018 14:33 WIB

Bentengi Keutuhan NKRI, SAMIJO Gelar Dzikir dan Doa

Pangandaran, HanTer – Sikap nasionalisme diapungkan Santri Militan Jokowi (SAMIJO). Treatmentnya melalui Dzikir dan Doa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (15/7). Event ini menjadi langkah strategis untuk menjaga persatuan dan perdamaian jelang penetapan Capres-Cawapres 2019.
 
“Kami ingin semua elemen bangsa bersatu. Tidak terpecah-pecah oleh provokasi yang bernuansa SARA di Pilpres nanti. Khusus umat Islam, sekaranglah momentum untuk mempertahankan keamanan dan perdamaian negara,” ungkap Koordinator I SAMIJO Kabupaten Pangandaran Ustadz Yana, Minggu (15/7/2018).
 
Langkah cepat preventif memang dilakukan SAMIJO Pangandaran usai dideklarasikan April 2018. Demi mempertahankan kedaulatan dan soliditas negara, program Dzikir dan Doa untuk NKRI digulirkan. Dihelat Minggu (15/7/2018) pagi, event ini dipusatkan di Kecamatan Cigugur, Pangandaran, Jawa Barat. Respon besar pun ditunjukan oleh publik dengan memadati venue. 
 
Memiliki rasa tanggung jawab bernegara, sedikitnya 1.000 orang pun memadati agenda Dzikir dan Doa untuk NKRI. Mereka terlihat khusyuk memanjatkan doa demi kebaikan bagi bangsa dan negara. Para peserta ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada masyarakat umum, santri, para pimpinan pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat di wilayah Pangandaran.
 
“Pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini sangat bagus. Kami juga gembira karena respon luar biasa ditunjukan oleh publik. Semua pasti menginginkan Pilpres yang damai,” terangnya lagi.
 
Ustadz Yana pun menambahkan, selain pesan damai, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai Halal Bi Halal. Ajang pertemuan dan menjalin ukhuwah bagi para ulama, termasuk elemet umat Islam yang terlibat dalam deklarasi SAMIJO. Melalui konsep Dzikir dan Doa untuk NKRI ini, disampaikan juga ungkapan syukur atas pelaksanaan pilkada serentak yang berjalan lancar.
 
“Kegiatan ini sangat luas maknanya. Semua bisa bersilaturahmi di sini, sembari bersyukur atas kegiatan pilkada serentak yang lancar. Pelaksanaannya juga aman dan damai. Suasana kondusif ini tentu harus terus dipertahankan hingga Pilpres 2019 nanti,” lanjutnya.
 
Hanya saja, SAMIJO mengaku masih prihatin adanya upaya untuk memperkeruh suasana. Masih ada oknum tertentu yang meniupkan isu suku, agama, dan ras ke ranah politik. Ustadz Yana menjelaskan, upaya kampanye negatif dengan melibatkan SARA harus dikikis. Sebab, SAMIJO tidak ingin bangsa ini dipecah belah hanya karena kepentingan kekuasaan dari kelompok tertentu.
 
“Keutuhan NKRI harus diutamakan. Politik yang mengatasnamakan SARA harus dilawan. Siapapun harus menghormati jasa para pendiri bangsa. Mereka itu sudah berjuang dan berdarah-darah untuk mendirikan negara ini. Sudah menjadi tugas kita untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan dari bangsa juga negara ini,” jelas Ustadz Yana lagi.
 
Melalui kegiatan Dzikir dan Doa untuk NKRI, SAMIJO pun berharap besar kepada para politikus yang terjun dalam konstelasi Pilpres. Mereka ini diharapkan tetap mengedepankan politik santun dan sehat. Lalu, sikap fair dikedepankan dengan tidak meniupkan hoaks untuk menjatuhkan karakter dari lawan politiknya. “Rasa kebangsaan harus dijaga. Ini adalah identitas dari maysarakat Indonesia,” tegasnya.
 
Serupa Ustadz Yana, Koordinator II SAMIJO Kabupaten Pangandaran Wowo Kustiwa mengatakan, pesan moral lain yang ingin ditiupkan SAMIJO adalah menjaga soliditas Ulama dan Umaro. Keduanya harus saling bersinergi untuk menumbuhkan soliditas. “Sinergi antar elemen juga harus dikedepankan. Tujuannya agar bangsa dan negara ini semakin solid,” katanya.
 
Sebagai relawan, SAMIJO juga turut mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka berpendapat, Jokowi sudah menjalankan sistem kepemimpinan yang bagus. Rapor dan kinerja pemerintah secara umum juga sangat positif. Wowo menuturkan, apresiasi tinggi diberikan kepada Presiden Jokowi atas berbagai capaian positif yang raih.
 
“Doa keselamatan bagi Pak Jokowi selaku Umaro, sekaligus mendoakan Bangsa Indonesia agar selalu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Indonesia menjadi negeri yang subur, makmur, adil dan aman. Dimana yang berhak mendapatkan haknya, lalu yang berkeajiban melaksanakan kewajibannya. Diberi anugrah atas kebaikannya,” tutur Wowo lagi.
 
Wowo juga menegaskan dan memberikan klarifikasi atas berbagai tudingan miring yang dialamatkan pada Presiden Jokowi. Mereka juga sudah bulat untuk memenangkan kembali Jokowi sebagai Presiden di periode kedua. “Selama ini masih terdengar isu Presiden Jokowi anti Islam. Hal itu tentu tidak benar. Justru Presiden Jokowi sangat menghormati dan cinta kepala Islam beserta para Ulamanya. Kami akan merapatkan barisan untuk memenangkan kembali Pak Jokowi sebagai Presiden,” pungkasnya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats