Di Publish Pada Tanggal : Senin, 21 Mei 2018 19:57 WIB

Ubah Skenario, Wonderful Indonesia Gempur Market Prancis

Jakarta, HanTer - Koneksi internasional Wonderful Indonesia dijamin semakin solid. Lebih agresif, brand ini terus mengintensifkan kolaborasi dengan beberapa industry pariwisata Prancis. Mereka dirayu melalui konsep trade fair (B2B) hingga consumer day (B2C). Tujuannya, menaikan jumlah kunjungan wisman.
 
Konsep branding Wonderful Indonesia kini mulai bergeser. Mereka mengoptimalkan kolaborasi jangka panjang dengan industri pariwisata mancanegara. Treatment ini pun diklaim lebih efisien dari branding melalui website atau perusahaan digital. Sebab, Wonderful Indonesia dan rekanannya punya visi sama dalam mendorong kunjungan wisman. Tujuannya jelas mendapatkan value bisnis lebih maksimal.
 
“Branding melalui konsep kerjasama TA/TO (travel agent/travel operator) ini lebih efektif. Karena pada akhirnya tetap berusaha mendorong minat kunjungan wisman. Dan, posisi mereka ini sangat strategis membantu menaikan jumlah kunjungan wisman,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya, Senin (21/5/2018).
 
Menggandeng TA/TO, market Prancis dijamin intensif dibombardir brand Wonderful Indonesia. Sebab, brand dunia ini juga sudah menggandeng raksasa retail Tang Freres yang domninan di Prancis. Terus mengoptimalkan market Prancis juga Eropa memang sangat logis. Sebab, Benua Biru jadi penyumbang wisatawan dunia hingga 48%. Selain Prancis, Jerman dan Inggris Raya jadi motornya dengan spending USD184 Miliar di rentang 2016.
 
Menggunakan kemampuan spending, Prancis juga berada di urutan lima besar dunia. Angkanya USD40 Miliar pada 2016 silam. Posisi teratas dipegang Tiongkok dengan sepending USD261 Miliar. Selain value, Prancis juga memiliki profil bagus dengan 73,1% penduduk berusia di atas 15 tahun. Mayoritas memilih trip mancanegara dengan spending total Euro26,6 Milyar pada 2016.
 
“Pasar Prancis dan Eropa ini menarik. Profil dan potensinya sangat besar. Sekarang tinggal bagaimana mengoptimalkannya. Untuk itu, TA/TO ini adalah peluang yang ideal. Prancis ini sistem pasar besar dan mereka dekat dengan TA/TO beserta paket yang ditawarkannya,” ujarnya Nia lagi.
 
Selama menikmati perjalanan mancanegara, publik Prancis 35% mengandalkan TA/TO. Mereka juga 40% familiar dengan paket wisata yang ditawarkan. Harapannya, kenyamanan dan anggaran terkontrol. Ada sekitar 23,5 juta arus ke luar Prancis dan menghabiskan 218 juta kamar menginap. Sebanyak 6% mereka memilih destinasi Asia Pasifik dengan kuota kamar hingga 12%.  Rata-rata lama menetap 18,3 hari. “Mengoptimalkan pasar Prancis, komunikasi dengan TA/TO intensif dilakukan. Respon mereka sangat positif dan terbuka dengan kami,” tutur Nia.
 
Wonderful Indonesia mengoptimalkan jalur diplomasi dengan sedikitnya 5 pelaku industry pariwisata Prancis. Mereka adalah Marietton Development, Visiteurs, Voyageurs du Monde, Climat du Monde, dan Voyage Prive. Komunikasi dengan Marietton sangat intensif. Marietton bergerak di bidang TO, bisnis perjalanan, trip, dan MICE dengan 6 anak perusahaan. “Marietton ini melihat potensi besar dari Bali. Mereka sangat tertarik untuk membawa wisatawan ke Bali dan Indonesia. Mereka ini sangat serius dan akan melakukan perjalanan ke Bali,” tuturnya.
 
Demi memastikan destinasi, CEO Marietton akan berkunjung ke Bali pada akhir Juli atau Agustus. Lalu, ada 2 skenario yaitu membuat formulasi khusus promosi Bali melalui Auchan Voyages daeri rentang September hingga November. Rencananya konsep Hot Deals akan diterapkan di Bali. Konsep branding, advertising, dan selling juga diterapkan.
 
Langkah kedua Marietton dengan penyelenggaraan lokakarya. Rencananya 500 pelaku industry wisata akan digelar di Bocuse Restaurant, Lyon, 4 Oktober. Untuk Visiteur, konsep baru pun akan diajukan B2B. Berbasis di Marseille, mereka ditarget 1.500 pax wisatawan Prancis. Atau, naik 500 pax dari realisasi saat ini.
 
“Rata-rata mereka membutuhkan direct flight dari Prancis ke Indonesia. TA/TO ini sangat fokus dengan target yang dibebankan. Voyageurs du Monde juga positif. Pasar mereka ini menengah atas sehingga sangat detail. Tapi, untuk target 1.000 pax akan terus diusahakan,” jelas Nia lagi.
 
Memiliki jaringan kuat, komitmen tetap ditunjukan Voyage Prive. Jaringan TA terbesar di Prancis ini punya jaringan 8 negara di Eropa. Ada Jerman, Swiss, Inggris, Spanyol, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Italia. Mereka kini ditarget 9.000 pax, lalu tahun lalu mengirimkan 7.500 pax. Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, penguatan kolaborasi dengan TA/TO berpengaruh bagus.
 
“Kolaborasi TA/TO ini membutuhkan penguatan. Intensif menggarap pasar Prancis pilihan tepat. Sebab, potensi pasarnya memang besar di sana. Sejauh ini kolaborasi dengan pelaku industry pariwisata di Prancis juga positif. Kami berharap ada kenaikan jumlah wisatawan yang signifikan dari konsep yang dijalankan,” pungkasnya.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, penguatan kolaborasi dengan TA/TO berpengaruh bagus.“Kolaborasi TA/TO ini membutuhkan penguatan. Intensif menggarap pasar Prancis pilihan tepat. Sebab, potensi pasarnya memang besar di sana. Sejauh ini kolaborasi dengan pelaku industry pariwisata di Prancis juga positif. Kami berharap ada kenaikan jumlah wisatawan yang signifikan dari konsep yang dijalankan,” pungkasnya.


(Eka)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats