Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 26 April 2018 22:07 WIB

Ledakan Sumur di Aceh, Walhi: Negara Gagal Lindungi Rakyat

Jakarta, HanTer - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai, negara telah gagal dalam melindungi rakyat untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA) akibat terjadi tragedi ledakan sumur minyak ilegal yang memakan korban 59 orang di Kabupaten Aceh Timur.

"Ada 21 orang meninggal dan 38 penduduk mendapat perawatan. Hal itu, bentuk kelalaian negara melindungi warga untuk pemanfaatan SDA," kata Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur di Banda Aceh, Kamis.

Ia mengatakan, negara telah memberi kewenangan meski tidak penuh kepada pemerintah provinsi untuk mengurus pertambangan yang terdapat di daerahnya.

Tapi kewenangan tersebut belum berjalan dengan baik, sehingga sumur minyak meledak dan terbakar yang memakan korban jiwa, serta harta benda di Dusun Bhakti, Desa Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, Rabu (25/4).

Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh hingga kini mencatat, 21 meninggal dunia, 38 mendapat perawatan akibat luka bakar, lima rumah ludes terbakar, dan 55 kepala keluarga atau 198 jiwa ke tempat yang lebih aman.

"Idealnya, pemerintah hadir bukan saja untuk merespon bencana ekologis dan kemanusiaan. Seharusnya pemerintah hadir jauh hari dengan menata pola penambangan minyak milik rakyat, agar sesuai prosedural hukum yang berlaku. Sehingga tragedi kebakaran tidak terjadi," terangnya.

Pemerintah, lanjut dia, telah mengabaikan tanggung jawab dalam fasilitasi keinganan rakyat melalui modal usaha yang cukup, pengadaan teknologi, kerjasama dengan berbagai pihak strategis, dan pasar yang legal.

Apalagi ledakan dan terbakarnya sumur minyak di lokasi yang sama, bukan baru pertama kali terjadi. Sebab hal serupa pernah terjadi tahun 2015 dan 2017, namun tidak separah musibah kemarin.

"Kami meminta kepada gubenur Aceh untuk mengevaluasi kinerja Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, dan Badan Pengawasan Minyak Aceh (BPMA) yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik," tegas Nur.

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats