Di Publish Pada Tanggal : Senin, 08 Januari 2018 17:15 WIB

Solusi Moeldoko Tentang Regenerasi Pertanian

Jakarta, HanTer - Kondisi pertanian Indonesia terancam minimnya regenerasi. Para petani di Indonesia banyak yang berusia tua dan sulit mendapatkan generasi penerus, khususnya dari pemuda. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian serius Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko.

Menurutnya, hal itu terjadi karena minat generasi muda berkecimpung di dunia pertanian semakin minim. Sebab itu, dibutuhkan solusi kongret agar generasi muda meminati sektor pertanian. "Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani)," kata Moeldoko, Senin (8/12/2018).

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan, generasi muda lebih tertarik bekerja di luar pertanian. Padahal, generasi muda memiliki peranan penting untuk memajukan sektor pertanian tanah air. Dirinya berharap para sarjana maupun lulusan sekolah kejuruan bisa melakukan pendampingan untuk mengembangkan pertanian.

"Pendamping kita beri tanggungjawab untuk mendampingi petani. Kita carikan konsep penggajian untuk mereka," kata pemimpin M Foundation itu.

Bersama HKTI, Moeldoko terus aktif mencari mahasiswa yang mau berkecimpung di dunia pertanian. Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia.

"Kami ingin para sarjana dan pesantren turut mengimplementasikan program-program yang dimiliki HKTI. Lulusan dari perguruan tinggi juga bisa mendampingi pesantren memberikan knowledge pertanian,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, teman-teman di pesantren ini juga akan diajarkan ilmu pertanian. Setelah keluar, para santri diharapkan akan menjadi center of gravity dari lingkungannya. "Bisa dibayangkan kalau dia memiliki salah satu ilmu pertanian. Di samping pandai ilmu agama, dalam konteks hablumminannas, memiliki ilmu pengetahuan transfer knowledge dari kita tentang pertanian, maka dia akan bisa memberikan pencerahan pada lingkungan," terang Moeldoko.

Nantinya, para santri tersebut bisa menggarap lahan pertanian di sekitar pesantren. Lahan tersebut bisa milik pemerintah, lembaga, perusahaan atau pribadi yang bisa dijalin kerja sama. Tidak hanya itu, Moledoko juga akan mengktifkan kembali program pesta petani muda (Pestani). Program itu akan melibatkan ribuan petani muda dengan usia maksimal 30 tahun.

Sebelumnya, Pestani pernah diselenggarakan di Pontianak menyelaraskan program yang dimiliki Pemda, Kodam XII/Tanjungpura dan Universitas Tanjungpura. Semua bersama-sama mensukseskan program ketahanan pangan nasional yang diarahkan meningkatkan dan mendukung pembangunan pertanian.

"Pestani ini diharapkan juga dapat menjadi program yang rutin dan berkesinambungan. Ini upaya bersama menjalin komunikasi dan mencapai sasaran secara bersama-sama terhadap program yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," tuturnya.

Pestani ini bertujuan untuk mendekonstruksi stigma pertanian sebagai pekerjaan yang identik dengan kemiskinan, mengembangkan petani muda yang sadar, paham dan dapat menerapkan pertanian modern. Seperti diberitakan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman prihatin para petani di Tanah Air banyak yang berusia tua dan sulit mendapatkan generasi penerus. Ia menyayangkan kondisi itu, karena peranan petani sangat penting dalam menjaga kedaulatan pangan di Indonesia.

"Kita ketahui memang jarang sekali pemuda yang menginginkan menjadi petani. Pertama karena dianggap miskin, kotor dan sangat melelahkan. Permasalahan inilah yang harus kita carikan solusinya," kata Mentan Amran.

Moeldoko paham atas keprihatinan Mentan Amran. Karena hal tersebut pernah dipikirkannya saat menjabat Pangdam Tanjungpura dengan melakukan Pestani bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura dan Universitas Palangkaraya yang melibatkan ribuan petani muda.

Sementara saat menjabat Pangdam Siliwangi, Moeldoko juga pernah mengajak IPB untuk mengkolaborasikan gagasannya tersebut. Dalam kegiatan Pestani, para petani muda saat itu dikenalkan tentang teknologi pertanian, pemasaran hasil pertanian, iklim dan pembuatan proposal perbankan.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats