Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 03 Januari 2018 19:25 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp605 Juta ke Ahli Waris KPK

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan manfaat program senilai Rp605 Juta kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan Almarhum YM (53) yang bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

YM meninggal dunia saat sedang menjalani tugas sehari-harinya di kantor sebagai karyawan di Bagian Pengadaan KPK pada 7 November 2017 silam. Penyerahan santunan itu dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dan  Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dan Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, santunan ini merupakan tanggungjawab pihaknya kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan, jika terjadi risiko kecelakaan kerja terhadap peserta.

“Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. dan tugas kami adalah wajib memenuhi tanggungjawab kepada peserta ataupun ahli waris. Semoga santunan ini bisa bermanfaat untuk membantu kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan,” imbuh Agus.

Seperti diketahui, sesuai dengan amanah Undang-Undang, BPJS Ketenagakerjaan bertugas untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia melalui 4 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKm). Dengan adanya peraturan tersebut, itu artinya seluruh perusahaan atau pemberi kerja wajib untuk mendaftarkan pekerjanya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, jelas Agus.

Menurut data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, KPK telah terdaftar sebagai peserta sejak Juli 2015, dan November 2017  diketahui terdapat 1519 pekerja yang telah terdaftar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Dan sepanjang tahun 2017, KPK telah melakukan Klaim manfaat BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp629 Juta dengan total dua kasus klaim.

“Semoga dengan penyerahan santunan secara langsung oleh KPK ini dapat memberi contoh baru untuk masyarakat pekerja akan haknya sebagai pekerja dalam mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan ini merupakan kewajiban pemberi kerja,” ujar Agus.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menuturkan, pegawai merupakan aset yang paling berharga, dengan demikian pihaknya harus menjamin keamanan, keselamatan dan kesejahteraannya saat ini dan masa depannya bagi para pegawai di lingkungan kerja KPK.

“BPJS Ketenagakerjaan sudah sangat baik dalam memberikan pelayanan kepada pesertanya dalam ketepatan dan kecepatan, hal ini kami rasakan sendiri oleh peristiwa yang menimpa pegawai kami, kami juga berharapan pelayanan ini dapat terus ditingkatkan dan merata kepada seluruh pekerja yang ada di seluruh wilayah Indonesia.”

“Kami juga menyadari dengan profesi yang disandang ini merupakan profesi dengan nilai risiko tinggi sehingga dibutuhkan jaminan yang baik agar para pegawai kami dapat bekerja dengan tenang dan nyaman,” tutup Alex.

 

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats