Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 07 Desember 2017 20:21 WIB

SDGs LIRA Komitmen Bantu Pemerintah Atasi Kemiskinan dan Gizi Buruk

Jakarta, HanTer - Pengurus Suistanable Development Goals Lumbung Informasi Rakyat (SDGs LIRA) dibawah kemepimpinan Hana Hasanah Fadel siap bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga lain untuk memangkas penduduk prasejahtera di 18 provinsi yang angka kemiskinannya masih tinggi.
 
Ketua Umum DPP Perempuan LIRA Hana Hasanah Fagel usai dilantik oleh Presiden LIRA Olivia Elvira  (Ollies Datau) di Ruang Nareswara  Lantai 4 gedung SMESCO  Jalan Gatot Subroto,Kamis (7/12) mengatakan, ada 18 provinsi yang angka kemiskinan dan penyandang gizi buruk masih relatih tinggi, menjadi fokus perhatian  digarap oleh Perempuan SDGs LIRA.
 
“Sesuai Program Nawacita Presiden Joko Widodo, kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat siap bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga non pemerintah lainnya untuk menggarap kemiskinan, penderita gizi buruk, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Hana Hasanah Fadel.
 
SDGs LIRA tidak sendiri, dalam melaksanakan program berat ini. Di tahun pertama  2017 dan 2018 bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran Bandung  akan melaksanakan berbagai program SDGs di 18 provinsi.
 
“Kami fokus untuk wilayah Indonesia bagian timur dalam mengatasi penduduk miskin dan gizi buruk. Sebab, di    sana wilayahnya cukup luas tetapi penduduknya masih jarang. Misalnya seperti NTT itu angka kemiskinan masih tinggi, kemudian Papua, dan Papua Barat,” ujar Hana.
 
 
Hadir dalam pelantikan itu Ketua DPD dan wakil Ketua MPR RI Usman Sapta Odang, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan  Fadel Muhammad, Sekretaris Jenderal  (Sekjen) LIRA Budi Siswanto, sejumlah pejabat dari Bappenas, dan Kementeriaan Kesehatan, dan ratusan anggota SDGs LIRA dari lima wilayah DKI Jakarta.
 
“SDGs LIRA bisa menjadi ujung tombak untuk program-program sosial, pengentasan kemiskinan, kesehatan, penderita gizi buruk, sanitasi dan lingkungan. Sebab, jujur saja persoalan-persoalan sosial itu masih banyak dialami masyarakat kita,” ujar Oesman Sapta Odang.
 
Sekjen LIRA Budi Siswanto mengharapkan, DPP Perempuan LIRA bisa membangun links yang baik kepada seluruh kementeriaan, BUMN, dan swasta untuk menjalankan program pengentasa kemiskinan, kesehatan, gizi buruk dan masalah-masalah sosial lainnya.
 
“Kami optimis Ibu Hana Hasanah Fadel dan timnya mampu membangun links, menjalin kerjasama dengan semua pihak. Sebab, pekerjaan pengentasan kemiskinan, perbaikan derajat kesehatan, dan gizi buruk memerlukan  kerja sama yang solid semua stakeholder pemerintah dan swasta,” kata Budi Siswanto.
 
Lebih lanjut Hana Hasanah Fadel menambahkan, masih tingginya angka kemiskinan, kesehatan, gizi buruk di NTT, Papua, Papua Barat, dan daerah-daerah lain di Indonesia bagian timur Karena  pembangunan lebih banyak dilakukan di Indonesia bagian barat.
 
“Tetapi program Nawacita Presiden Joko Widodo sudah mulai membangun Indonesia bagian timur secara masif,” kata Hana.
 
Acara pelantikan DPP Perempuan SDGs LIRA dilanjutkan dengan seminar dengan nara sumber pendiri SDGs Fadel Muhammad dan Kementerian Bappenas.   


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats