Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 04 Oktober 2017 22:29 WIB

DPR: Pengawasan Obat dan Makanan Harus jadi Prioritas

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan pengawasan obat dan makanan di Indonesia harus menjadi prioritas sebagai salah satu bentuk perlindungan masyarakat.

"Indonesia seharusnya bisa berkaca pada negara lain yang memprioritaskan perlindungan masyarakat dalam hal penyalahgunaan obat dan makanan," kata Saleh di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Ia mengatakan, di tengah kompetisi perdagangan bebas yang semakin kuat, Indonesia harus memastikan bahwa seluruh produk yang masuk dari luar negeri aman dikonsumsi.

Menurut Saleh, yang harus diwaspadai saat ini dan di masa depan adalah produk obat, makanan dan kosmetik yang dijual bebas secara daring. "Yang mengkhawatirkan adalah penjualan secara daring karena produk-produk dari negara lain bisa dengan mudah melintasi batas teritorial. Semua itu harus diawasi dan dipastikan aman," tuturnya.

Karena itu, kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus diperkuat termasuk mengawasi perdagangan obat, makanan dan kosmetik secara daring.

Saleh memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan keinginannya agar badan tersebut memiliki undang-undang sendiri untuk memperkuat kewenangannya. Selama ini, pengawasan obat, makanan dan kosmetik yang beredar di masyarakat belum maksimal karena kewenangan BPOM untuk menindak masih minim karena masih harus berkoordinasi dengan instansi lain seperti Kementerian Kesehatan dan Kepolisian RI.

"Padahal, bila terjadi persoalan terkait dengan obat dan makanan, masyarakat selalu menyoroti BPOM. Sementara tidak semua persoalan bisa mereka selesaikan sendiri," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar kelembagaan BPOM semakin diperkuat terkait kian maraknya peredaran obat ilegal dan narkoba di kalangan masyarakat. "

Jadi, kita ingin agar BPOM diperkuat. Dengan apa? Dengan undang-undang agar pengawasannya lebih bisa intensif dan yang diberi rekomendasi betul-betul menjalankan rekomendasinya. Percuma diawasi, dikontrol, dicek, tapi rekomendasinya nggak dipakai," tandasnya.

Presiden menegaskan bahwa peranan BPOM dirasa semakin penting dalam mencegah peredaran obat ilegal dan narkoba di kalangan masyarakat. "Saya melihat semakin pentingnya peranan Badan POM untuk melindungi masyarakat dan generasi muda kita dari penyalahgunaan obat terlarang," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa fungsi pengawasan yang diemban Badan POM bukan merupakan urusan administrasi semata. Semua yang dilakukan harus didasari dengan kesadaran untuk melindungi rakyat dan menyelamatkan generasi muda Indonesia.

"Ini adalah urusan kehadiran negara dan pemerintah dalam melindungi rakyatnya, urusan menyelamatkan generasi muda yang akan menjadi penerus masa depan bangsa Indonesia," tegasnya. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats