Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 04 Oktober 2017 23:26 WIB

Penderita Katarak Sumbang 80 Persen Kasus Kebutaan

Jakarta, HanTer - Katarak atau lensa mata yang keruh menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia dengan persentase kasus 70 sampai 80 persen. Data tersebut merupakan hasil survei kebutaan "Rapid Assessment of Avoidable Blindness" yang dilakukan Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) dan Kemenkes pada 2014-2016.

Dari survei itu, sebanyak 15 provinsi pada penduduk diatas usia 50 tahun menunjukkan prevalensi kebutaan sebesar tiga persen, dengan mencakup 65 persen orang Indonesia dengan perkiraan biaya sekira Rp15 juta.

Sementara, penyebab utama gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi atau kelainan pembiasan cahaya yaitu 10 sampai 15 persen. "Indeks pembangunan meningkat, sekarang lebih dari 70 persen. Ada beberapa penyakit yang tidak bisa dicegah tapi kita bisa bantu dengan rehabilitasi, salah satunya katarak atau kekeruhan lensa," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Penyakit katarak, lanjut Nila, salah satunya disebabkan karena usia lanjut yang mempengaruhi peningkatan gangguan penglihatan secara langsung yakni katarak dan secara tidak langsung yakni retiniopati diabetikum. "Khusus untuk katarak, satu-satunya cara untuk mencegah kebutaan akibat katarak adalah dengan operasi,” tambah Nila.

Selain itu, kelainan refraksi merupakan penyebab utama gangguan penglihatan yang saat ini banyak terjadi pada anak-anak. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kecerdasan siswa dan proses penerimaan informasi dalam kegiatan belajar. Deteksi dini atau skrining gangguan refraksi pada anak, khususnya anak sekolah dasar, sangat penting dilakukan.

Gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah bersama masyarakat. Selain itu, gangguan penglihatan dan kebutaan dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat Indonesia. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats