Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 September 2017 05:03 WIB

Masyarakat Diimbau Hindari Pembelian Obat di Luar Apotek

Jakarta, HanTer - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) meminta masyarakat tidak sembarangan minum obat yang tidak dibeli di apotek guna menghindari terjadinya kasus penyalahgunaan tablet paracetamol, caffeine, carisoprodol (PCC) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketua Pengurus Pusat IAI, Nurul Falah Edi Pariang mengatakan, masyarakat seharusnya mengakses apotek resmi yang biasa menjadi tempat membeli obat bagi keluarga dan bisa diakses dalam 24 jam
"Jangan sembarangan minum obat, keluarga diharapkan punya apotek keluarga yang bisa diakses 24 jam," kata dia, di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Nurul juga mengingatkan agar masyarakat tidak menerima obat yang dibagi-bagikan secara gratis untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Apalagi, kata dia, kejadian penyalahgunaan tablet PCC yang mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 76 anak dan satu di antaranya meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu, Nurul membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus PCC.  Menurut dia, peredaran dan penyalahgunaan tablet PCC tidak didapat dari apotek melainkan dari lingkungan. "Perlu kami sampaikan bahwa kejadian luar biasa PCC di Kendari adalah hal yang berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan penahanan sejawat apoteker di kota yang sama," tandas dia.

Ia bahkan mengaku  telah mengunjungi Kendari pada 17 September dan berkoordinasi dengan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Kendari dan Direktur Narkoba Polres Kendari. Dalam koordinasi tersebut dia menjelaskan temuan fakta bahwa penahanan apoteker di Kendari atas tuduhan menjual tablet Tramadol tanpa resep dokter. Tramadol merupakan obat keras yang bisa diperoleh harus dengan resep dokter.

Menurut keterangan polisi, kata Nurul, apotek tersebut menjual tablet Tramadol dengan kemasan yang tidak resmi atau ilegal. "Pada saat itu, begitu polisi menerima tramadol ilegal dalam bungkus plastik langsung melakukan penahanan. Karena memang tramadol yang sudah di 'repacking' inilah yang tidak asli," kata Nurul.

"Dalam kesempatan ini ingin kembali saya tekankan bahwa apotek adalah tempat resmi praktik apoteker yang dilindungi oleh undang-undang, baik itu UU Nomor 6 Tahun 2009 tentang Kesehatan, PP Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, maupun Permenkes Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek," kata Nurul.

Nurul juga mengajak seluruh jajaran apoteker di Indonesia untuk melakukan praktek bertanggungjawab sesuai peraturan yang berlaku. PP IAI juga telah menerbitkan edaran ke seluruh pengurus daerah agar mengajak anggotanya berpraktek bertanggung jawab. 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats