Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 14 September 2017 16:26 WIB

Sriwijaya Air Group Dukung Repatriasi Orangutan Kalimantan

Jakarta, HanTer - Sriwijaya Air Grup mendukung upaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation dalam upaya repatriasi satu individu orangutan ke Pusat Rehabilitasi Orangutan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Bantuan diberikan dalam bentuk pemberian transportasi udara gratis untuk 1 (satu) individu  orangutan bernama Taymur dan 1 (satu)  orang dokter hewan yang mendampingi. Penerbangan tersebut  dilakukan pada hari ini, Kamis, 14 September 2017 dengan menggunakan pesawat NAM Air (sister company Sriwijaya Air) nomor penerbangan IN 170 pukul  11.15 WIB dari Jakarta menuju Sampit, Kalimantan Tengah.

“Sriwijaya Air grup mendukung konservasi ini untuk keseimbangan alam dan  kelangsungan hidup orangutan bernama Taymur. Konservasi alam termasuk hewan-hewan di dalamnya sangat penting bagi manusia karena kelangsungan hidup manusia juga bergantung dengan keberlangsungan alam ,” ujar Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Grup Agus Soedjono.

Merujuk pada keterangan dari BOS Foundation, orangutan adalah spesies payung yang berperan penting dalam regenerasi hutan dan menjadi satwa kebanggaan Indonesia. Sudah saatnya semua pihak lebih peduli terhadap konservasi orangutan. Karena selain melindungi orangutan dari ancaman kepunahan, melestarikan habitat orangutan berarti berupaya mewujudkan kualitas hidup yang layak dan kesejahteraan bersama.

“Proses penerbangan orangutan bernama Taymur oleh Sriwijaya Air Grup ini juga menunjukkan bahwa maskapai  ini sanggup melaksanakan pengangkutan hewan hidup dalam penerbangan dengan selamat, aman dan nyaman sesuai prosedur yang berlaku,” lanjut Agus lagi.

Menurut Agus, prosedur pengangkutan orangutan ini akan disesuaikan dengan IATA Live Animal Regulations (LAR). Taymur akan diangkut  beserta kandangnya yang berasal dari BOS Foundation berukuran lebar 64 cm, panjang 102 cm, tinggi 86 cm dan berat 57,5 kg. Dengan demikian selama perjalanan Taymur akan tetap merasa nyaman selama sekitar 1 jam 25 menit penerbangan.

Taymur adalah orangutan berumur sekitar 2,5 tahun  dari Kalimantan yang diselundupkan ke Kuwait. Pada bulan Maret 2017, Taymur berhasil direpatriasi dan dikembalikan ke Pemerintah Indonesia.  Repatriasi ini terjadi berkat kerjasama Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam hal ini Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuwait, Kebun Binatang Kuwait, serta BOS Foundation.

Taymur kemudian menyelesaiakan masa karantina dan serangkaian tes kesehatan di Taman Safari Cisarua, Bogor. Selanjutnya Taymur akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah untuk melanjutkan proses reintroduksi.


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats