Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 19 Agustus 2017 20:45 WIB

Ketersediaan Ruang Laktasi Tingkatkan Pemberian ASI Ekslusif

Jakarta, HanTer - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri mengingatkan perusahaan swasta, BUMN serta instasi pemerintah agar menyediakan ruang laktasi di gedung perkantorannya. Apalagi, ketersediaan ruang laktasi tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian bagi para pekerja perempuan yang telah menjadi ibu.

Hanif mengatakan, penyediaan fasilitas ruang laktasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui serta mengurangi jumlah bayi penderita  kurang gizi dan gizi buruk di Indonesia.

“Penyediaan ruang laktasi ini penting dan wajib dilakukan oleh perusahaan yang memiliki karyawan perempuan. Keberadaan ruang laktasi secara tidak langsung akan berdampak pada kenyamanan pegawai wanita. Kalau mereka nyaman tentu kinerja lebih produktif," kata Menaker, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Menaker mengatakan keberadaan ruang laktasi secara tidak langsung akan berdampak pada kenyamanan dalam bekerja bagi perempuan. Penyediaan ruang laktasi yang baik akan berpengaruh pada peningkatan kualitas etos kerja sumber daya manusia (SDM) para pekerja wanita.

“Adanya ruang laktasi, pekerja wanita akan merasa nyaman dan mampu berkonsentrasi bekerja sehingga menjadi lebih produktif dalam bekerja. Ruang laktasi akan memudahkan pekerja wanita yang menjadi ibu untuk menyusui atau mengumpulkan ASI, yang kemudian disimpan untuk anaknya sepulang bekerja," kata Hanif.

Menurut Menaker Hanif, ASI merupakan hak anak yang harus diterima dan memberikan keuntungan bagi ibu, dengan tidak perlu lagi keluar uang untuk membeli susu. "Jadi semua tempat kerja harus memfasilitasi anak dari ibu yg bekerja untuk memberikan ASI," lanjutnya.

"Namun selain ruang laktasi, kami mengimbau perusahaan untuk memperhatikan kesehatan reproduksi pekerja wanita dengan meningkatkan pengetahuan pegawai mengenai arti kesehatan, baik kesehatan anak, ibu, maupun orang dewasa pada umumnya, " ujarnya.

Seperti diketahui aturan pemberian ASI ekslusif sudah dicanangkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012. Dalam aturan itu disebutkan, ASI eksklusif wajib diberikan kepada bayi sampai usia enam bulan. Dalam PP tersebut juga menyatakan harus disediakan ruang laktasi atau ruang khusus ibu dan anak untuk menyusui di perusahaan dan setiap ruang publik seperti mal, bandara, dan instansi pemerintah.

Penyediaan ruang laktasi juga telah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, Dan Menteri Kesehatan tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja Di Tempat Kerja. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats