Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 05 Agustus 2017 07:35 WIB

Bahaya Meremehkan Skoliosis bagi Masa Depan Anak

Jakarta, HanTer – Skoliosis atau kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal, lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum masa remaja dengan kisaran usia 10-18 tahun. Pada usia ini, sebagian besar kasus masih bersifat ringan.

Namun, menurut dr. Phedy, SpOT-Spine, dokter spesialis bedah tulang punggung Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), tanpa penanganan yang tepat selagi usia dini dan saat masih bersifat ringan, skoliosis berisiko tinggi bertambah parah seiring masa tumbuh kembang penderitanya.

“Sebagian besar kasus skoliosis bersifat ringan, namun beberapa remaja mengalami kelainan bentuk tulang yang bertambah parah saat mereka tumbuh,” kata Phedy kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menerangkan, gejala dari skoliosis meliputi bahu, pinggul, dan pinggang yang tidak rata, serta tulang belikat yang tampak lebih menonjol. Selain itu, tulang belakang juga dapat berputar ke satu sisi. “Skoliosis yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi nyeri punggung berkepanjangan, sesak napas, gangguan fungsi paru, dan gangguan jantung,” tandasnya.

Phedy menuturkan, Scoliosis Research Society menganjurkan skrining pada remaja laki-laki berusia 12-13 tahun. Sedangkan bagi remaja perempuan, dianjurkan untuk melakukan skrining dua kali saat berusia 10 dan 12 tahun.

“Hal yang paling dikhawatirkan dari skoliosis adalah kelengkungan yang semakin lama semakin memberat. Faktor risiko dari skoliosis yang memberat adalah remaja perempuan, sudut besar skoliosis (lebih dari 45 derajat) saat ditemukan, skoliosis dengan kurva thorakal (ke arah dada), dan usia,” tambah dia.

Menurut dia, pengobatan skoliosis dapat dilakukan dengan latihan fisik jika kelengkungan kecil, penggunaan brace atau penyangga/korset khusus skoliosis jika kelengkungan sedang. Namun, pada skoliosis dengan sudut lebih dari 45 derajat, dibutuhkan tindakan operasi.

“Tujuan dari pengobatan skoliosis untuk menghindari perburukan kelengkungan. Oleh karena itu, diagnosis dini skoliosis sangatlah penting. Bila ditemukan sejak dini, komplikasi dan operasi dapat dicegah,” ujarnya.

 

 

 

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats