Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 04 Agustus 2017 22:01 WIB

Siklus Gempa Bumi di Indonesia Masuki Fase "Bangun"

Jakarta, HanTer - Peneliti dan pakar geologi dari Brigham Young University, Amerika Serikat, Profesor Ron Harris mengatakan siklus gempa di Indonesia saat ini dalam fase "terbangun dari tidur".

Harris mengatakan saat ini siklus gempa di Indonesia berpotensi memunculkan banyak gempa, atau fase "bangun", setelah sedikit sekali terjadi gempa atau fase "tidur".

Harris menjabarkan pola gempa yang terjadi berdasarkan catatan sejarah mulai dari fase tidur sejak 1900, kemudian fase bangun pada 1920, dan tertidur lagi pada 1940, terbangun pada 1960, tertidur kembali pada 1980, dan mulai dalam fase bangun kembali pada 2000

Harris yang telah melakukan banyak penelitian tentang tsunami di Indonesia tersebut menerangkan bahwa fase "bangun" gempa bumi di Indonesia saat ini diawali dengan gempa bumi berkekuatan 9,2 skala richter (SR) yang menyebabkan tsunami di Aceh pada 2004.

Berdasarkan catatan sejarah gempa bumi dan tsunami di Indonesia, Harris mengatakan tidak ada gempa bumi besar setelah 111 tahun terjadi letusan Gunung Krakatau pada 1883. Yang kemudian terjadi gempa bumi dan tsunami pada 1994 di Banyuwangi.

"Tidak ada gempa bumi besar yang terjadi selama 111 tahun setelah Krakatau. Orang Indonesia hidup dalam masa tanpa aktivitas gempa bumi dan tsunami," kata dia, di Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Namun saat ini, setelah dimulainya fase "terbangun" yang diawali dengan gempa Aceh pada 2004, Harris menjabarkan mulai bermunculan gempa-gempa berkekuatan besar.

Seperti dilansir Antara, gempa-gempa tersebut ialah gempa di Pulau Nias pada 2005, gempa Yogyakarta pada 2006, dan gempa yang disertai tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, 2006, kemudian dilanjutkan gempa di Sumatera Barat pada 2007, siklus letusan 100 tahun Gunung Merapi di Yogyakarta pada 2010, dan gempa berkekuatan 8,6 skala richter di Aceh pada 2012.

Berdasarkan pola "tidur-bangun" gempa bumi di Indonesia, Harris memprediksikan masih akan ada gempa-gempa besar pada masa gempa bumi aktif saat ini. "Kenapa polanya seperti ini? Saya tidak tahu," kata dia. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats