Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 30 Juli 2017 20:07 WIB

Erin Cipta Juarai Lomba Menulis Kisah Buruh Migran Indonesia

Jakarta, HanTer - Berjudul "Minoritas Pangkat Tiga" karya Erin Cipta asal Cilacap Jawa Tengah, sukses menjuarai lomba menulis kisah berhikmah Buruh Migran Indonesia (BMI) tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh ICLaw.
 
Erin yang pernah bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan pada tahun 2012 - 2015, berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta plus piagam penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan buku hasil lomba.
 
Ajang ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari para peserta yang mengirimkan karya tulisnya, tidak hanya kalangan BMI yang kini bekerja di luar negeri namun juga BMI yang telah kembali ke tanah air.
 
Beragam kisah berhikmah dalam karya tulis dengan isi yang sangat bernas mulai dari mengundang haru, menggetarkan jiwa, takjub, mencahaya, komedi dan kisah tentang  buah manis kerja keras tercurah dalam tulisan yang kirimkan.
 
Tak hanya itu, tulisan yang dkirimkan juga berisi juga persaingan sengit, kecemburuan cinta dan sosial, kerinduan mendalam pada keluarga yang terbentengi jarak jauh serta tragedi hinaan yang merendahkan harga diri serta siksaan yang melukai tubuh.
 
Runner-up diisi oleh Hasan Sanusi yang kini bekerja dan kuliah di UT Korea Selatan, dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang Bagi BMI di Negeri Ginseng". Atas karya ciptanya, Sanusi berhak meraih uang tunai Rp3,5 juta serta piagam penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan buku hasil lomba.
 
Sedangkan tempat ketiga disabet Etik Purwani asal Blitar Jawa Timur dengan tulisan yang berjudul "Kisah Tentang Meramu Kepercayaan". Melalui pengalaman bekerja di Singapura dan Hong Kong membuatnya mendapatkan hadiah uang tunai Rp2,5 juga piagam penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan buku hasil lomba.
 
Atas hasil ini, panitia membukukan 25 Karya Unggulan, selain tiga pemanang, karya tulis yang terpilih sebaanyak 22 Karya Unggulan dengan satu karya tidak dilombakan, masing-masing mendapat Piagam Penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan buku hasil lomba.
 
Yeni Fatmawati Fahmi Idris selaku Pemrakarsa lomba menulis kisah Berhikmah BMI yang mempunyai perhatian besar di bidang literasi sastra dan seni rupa mengungkapan dari sisi positifnya, substansi tulisan para BMI pemenang lomba bisa dijadikan guru kehidupan yang mengedukasi untuk menjadi manusia jujur, religius, dan pemicu etos kerja serta menumbuhkan toleransi dan kasih sayang.
 
"Juga tentunya memahami apa arti bekerja secara professional untuk keamanan, kenyamanan dan  kesejahteraan jiwa dan raga," kata Yeni dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/7/2017).
 
Istri dari tokoh nasional Fahmi Idris itu juga berharap tulisan para BMI ini dapat bermanfaat sebagai panduan otentik bagi siapa saja yang ingin bekerja di luar negeri dan tentunya melalui BMI Formal (bekerja di perusahaan/lembaga) maupun BMI Nonformal (bekerja di lingkup domestik/rumah-tangga).
 
"Misi yang mengusung gerakan  edukasi berpikir kritis-kreatif dan terapi melalui pena untuk BMI inilah yang ingin kami wujudkan bagi calon-calom BMI yang ingin berkerja di luar negeri," ujar wanita berhijab yang berprofesi sebagai Lawyer yang juga menjabat sebagai Managing Partner ICLaw.
 
Ketua Pelaksana Lomba Naning Pranoto menambahkan lomba karya tulis dibuka mulai 1 April hingga 1 Juli 2017, peserta berasal dari BMI Formal  maupun BMI Nonformal. Peserta lomba berkisah tentang pengalaman kerja mereka di wilayah  Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Riyadh, Belanda, Dubai, Australia-Amerika dan New Zealand.
 
"Para peserta sangat antusias hal ini terbukti dari banyaknya jumlah naskah yang kami terima. Naskah yang masuk diseleksi oleh Dewan Juri menjadi 24 Karya Unggulan. Kemudian dari 24 Karya Unggulan tersebut dipilih tiga," kata Naning Pranoto yang juga merupakan ketua dewan penjurian.
 
Naning menjelaskan untuk penilaian  karya tulis mengacu pada isi dan Bobot Hikmah (Makna) tulisan, kemudian retorika dan bahasa, struktur kalimat serta format tulisan dan Panjang tulisan sesuai ketentuan lomba.
 
"Jadi sekitar 70 persen dari peserta lomba menulis kisahnya lebih dari 10 halaman (maksimal ketentuan). Bahkan ada yang panjangnya hingga 27 halaman. Meskipun demikian kisah panjang yang isi dan bobotnya berhikmah serta  menginspirasi pembaca, oleh Dewan Juri dimasukkan dalam karya unggulan," katanya.
 
Untuk karya-karya tersebut akan kembali disunting oleh editor dan dimuat menjadi bagian dari isi buku yang diterbitkan, di mana nantinya sebagai bahan informasi kepada peserta lomba dan masyarakat luas yang bertujuan untuk menumbuhkan minat menulis dan menyuburkan perkembangan gerakan literasi bagi BMI di mana pun berada.
 
Selain Naning Pranoto, dewan juri dalam penilaian karya tulis itu adalah Adri Darmaji Woko, Didien Pradoto, Shinta Miranda, Yeni Fatmawati Fahmi Idris dan Yeni Mulati Achmad.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats