Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 25 Juli 2017 20:30 WIB

Calon Jamaah Haji Berisiko Tinggi Meningkat

Jakarta, HanTer - Sebanyak 63 persen calon jamaah haji Indonesia berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Singka, mengatakan angka persentase tersebut tidak banyak berubah sejak tahun-tahun sebelumnya. "Angkanya terus seperti itu, 63, 65, 63, 65 (persen). Orang yang lebih banyak sakit terjadi pada usia lanjut (lansia)," ungkap Eka, di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Dia menerangkan jamaah berisiko tinggi ialah jamaah yang berpotensi mengalami kondisi fisik yang menurun dan bisa mengganggu orang lain. Terdapat sebanyak 129.999 calon jamaah haji Indonesia pada tahun ini berisiko tinggi alami gangguan kesehatan. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu dengan 104 ribu jamaah berisiko tinggi.

Eka menuturkan, kebanyakan calon jamaah yang berisiko tinggi ialah lansia. Namun ada juga orang muda yang dikategorikan berisiko tinggi. Sedangkan, jamaah berisiko tinggi dibagi menjadi tiga kategori dengan pemakaian Gelang Risti berwarna merah, kuning, dan hijau.

Kategori gelang merah ialah orang tua dengan usia 60 tahun ke atas yang memiliki penyakit. Jumlah jamaah kategori ini sebanyak 55.777 orang.  Selanjutnya kategori gelang hijau ialah orang tua usia 60 tahun ke atas yang sehat badannya, dengan jumlah 12.570 orang. Sedangkan kategori gelang kuning ialah orang muda dengan penyakit bawaan, yang berjumlah paling banyak yakni 61.652 orang.

Eka berharap para kesadaran para calon jamaah dalam menjaga kondisi kesehatan pada saat menjalankan ibadah haji.  Dia meminta agar calon jamaah tidak melakukan kegiatan yang membuang tenaga seperti berjalan-jalan keluar, atau tidak memporsir ibadah demi memperhatikan kondisi kesehatan.

Untuk para calon jamaah haji yang memiliki penyakit bawaan seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan penyakit khusus lainnya juga diharapkan mempersiapkan obat-obatan pribadi yang biasa digunakan.

Sementara, lanjut Eka, Kemenkes juga telah menyiapkan 57 ton obat-obatan untuk penanggulangan masalah kesehatan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2017. "Obat beratnya 57 ton, 3.680 dus, kemarin sudah sampai di Mekkah. Sudah di klinik di Mekkah," katanya.

Eka memaparkan segala macam obat mulai dari penyakit-penyakit ringan hingga penyakit kronis disiapkan. Obat-obatan yang dibawa tersebut direncanakan berdasarkan dari pola penyakit yang sudah ada di tahun-tahun sebelumnya. Serta karakteristik jamaah haji saat ini dan prediksi kondisi di Arab Saudi yang akan datang. 

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats