Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 22 Juli 2017 23:59 WIB

Miris, Ada 81.199 Perawat yang Belum Sejahtera

Depok, HanTer -  Sedikitnya 81.199 perawat yang tersebar di 15 propinsi belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Padahal profesi perawat didapat dari sekolah khusus dengan jenjang waktu tertentu. Namun gaji yang didapat jauh dari harapan sebagaimana keahlian khusus yang dimilikinya. Ada diantara perawat yang digaji Rp300 ribu/bulan yang sangat jauh dari UMP (Upah Minimun Propinsi). 
 
"Perawat yang bekerja di sektor swasta malah sangat menyedihkan. Ini yang sedang kita perjuangkan. Karena profesi khusus dengan sekolah yang khusus digaji dibawah cleaning service," kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah di sela-sela acara pelantikan Kolegium Keperawatan di Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2017).
 
Harif mengaskan,  tantangan terbesar profesi perawat sekarang ini adalah bagaimana memberikan kesejahteraan yang layak bagi profesi bidang kesehatan tersebut. Oleh karena itu meningkatkan kesejahteraan untuk perawat merupakan hal utama yang sedang diperjuangkan oleh PPNI saat ini. Karena masih banyak perawat yang kesejahteran yang didapatnya dibawah dari profesi lain. 
 
"Kesejahteraan merupakan pekerjaan rumah atau PR yang besar bagi kami," tegasnya. 
 
Padahal kata dia kualitas perawat di Indonesia saat ini semakin meningkat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ilmu keperawatan yang ada saat ini terus berkembang cepat. Saat ini perawat bukan hanya lulusan SMA/SMK tetapi juga pendidikan tinggi bahkan sampai S3 atau doktor. Bahkan saat ini jenjang keperawatan telah mencapai S3. Saat ini juga sudah ada 7 profesor khusus disiplin ilmu keperawatan. Sehingga profesi perawat harusnya bisa lebih sejahtera dibanding profesi lain. 
 
"Perawat sekarang semakin baik bukan lagi sebagai hanya pembantu dokter atau perangkat medis lainnya karena dia punya ilmu sendiri," katanya.
 
Jadi, sambung Harif, pihaknya memiliki PR besar tentang kesejahteraan untuk para perawat. Padahal perkembangan ilmu pengetahuannya sangat cepat tetapi tidak diikuti oleh proses pengakuannya. "Masih banyak perawat kita di swasta yang digaji rendah harusnya bukan Upah Minimum Provinsi (UMP) karena ini profesi punya keahlian khusus jadi seharusnya tak dihargai dengan UMP. Kalaupun UMP minimal 3 kali UMP," harapnya.
 
Namun ia mengakui kondisi ini sulit capai, tapi kesehteraan harus terus kita perjuangkan. Perawat jika sudah bertemu pasien maka yang muncul adalah pengadiannya. "Sebagai profesi punya keahlian khusus, sekolah khusus, gajinya dibawah administrasi, bahkan cleaning service. Seharusnya mereka bisa lebih dihargau," ujarnya


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats