Di Publish Pada Tanggal : Senin, 17 Juli 2017 22:50 WIB

Keberlangsungan Program JKN-KIS Butuh Kesadaran Bergotong Royong

Jakarta, HanTer – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dahulu bernama PT Askes (Persero), kini telah memasuki usia yang ke-49 tahun. Momentum ini mendorong BPJS Kesehatan maupun pemerintah untuk mensukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS) yang menjadi amanat Undang-Undang.

Namun, seperti yang disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, upaya tersebut sulit terwujud tanpa bantuan dari stakeholder dan masyarakat sendiri. Di mana, partipasi aktif dari masyarakat untuk menjadi peserta membantu BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program JKN-KIS yang menganut prinsip gotong royong.

“Sudah saatnya kita menjadi pionir perilaku hidup yang lebih sehat bagi masyarakat luas. Tentunya dalam menjalankan tugas mulia ini, BPJS Kesehatan tidak mungkin berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari para stakeholder dan seluruh rakyat Indonesia guna menyukseskan Program JKN-KIS,” kata Fachmi dalam sambutannya dalam kegiatan Sarasehan HUT BPJS Kesehatan ke-49, di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, dan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf.

“Pada hari ini kami turut mengajak seluruh stakeholder BPJS Kesehatan untuk dapat meresapi makna dan semangat budaya hidup sehat dan gotong-royong besar, utamanya dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan Program JKN-KIS, “ sambung Fachmi.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK Puan Maharani mengatakan, pemerintah menargetkan cakupan kesehatan semesta (universal health coverage) dapat terealisasi pada tahun 2019.

Komitmen Pemerintah tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan iuran kepada masyarakat tidak mampu yang jangkauannya hampir mencapai 40% masyarakat Indonesia terbawah.

"Saat ini jumlah PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah mencapai sedikitnya 92 juta penduduk," ujar Puan.

Puan, dalam kesempatan itu menyatakan, Sarasehan Nasional dalam rangka HUT BPJS Kesehatan menjadi momentum memperkuat peyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional di bidang kesehatan dengan prinsip gotong royong.

Hal ini, kata dia sesuai dengan tema acara tersebut, Gotong Royong Menuju Masyarakat Sehat dan Produktif. "Prinsip kegotongroyongan dalam pelaksanaan jaminan sosial BPJS Kesehatan membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh masyarakat. Hanya dengan gotong royong semua tertolong,” tuturnya.

Sebagai informasi, data BPJS Kesehatan hingga 14 Juli 2017, terdapat 179.011.459 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Selain itu, terdapat total 20.877 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.829 Puskesmas, 4.523 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 5.360 Klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.451 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.179 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 181 Klinik Utama), 2.274 Apotek, serta 998 Optik. (Arbi)


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats