Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 12 Juli 2017 23:10 WIB

Banjir Bandang Duduki Peringkat Dua Bencana Alam Terparah

Jakarta, HanTer - Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan bahwa banjir bandang merupakan bencana alam yang menduduki posisi kedua terparah di dunia.

"Data WMO menunjukkan banjir bandang berada di kategori kedua bencana mematikan setelah gempa bumi," kata peneliti WMO Ayhan Sayin di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Berdasarkan data WMO pada 2008 juga menunjukkan bahwa dari 139 negara, terdapat 105 negara terindikasi berpotensi terjadi banjir bandang. Banjir bandang mendapat perhatian dunia karena kejadian bencana alam tersebut dapat menyebabkan lebih dari 5.000 korban jiwa meninggal dan kerugian mencapai sekitar satu juta dolar AS.

"Untuk mengurangi risiko kejadian banjir bandang, perlu ditingkatkan sistem peringatan dini banjir bandang di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik," katanya.

Deputi Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto mengatakan Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik sering terjadi bencana alam hidrometeorologi salah satunya banjir bandang.
"Dengan sistem yang dinamakan Flash Flood Guidance System Projek atau sistem peringatan dini banjir bandang diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan sehingga mengurangi dampak terutama korban jiwa," ujar Yunus.

Dalam kesempatan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ditunjuk sebagai pilot proyek untuk sistem peringatan dini (early warning system) banjir bandang bagi kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. "BMKG oleh WMO sudah ditunjuk sebagai regional center untuk sistem peringatan dini banjir bandang," kata Yunus.

Seperti dilansir Antara, sistem yang dinamakan Flash Flood Guidance System Projek (FFGSP) diharapkan akan memberikan informasi yang lebih akurat dan cepat terkait kejadian banjir bandang karena mengintegrasikan berbagai informasi baik dari satelit, radar maupun data lainnya.

Melalui sistem tersebut akan memberikan panduan kepada prakirawan untuk memberikan peringatan dini banjir dengan menggunakan model hydrometeorologi, menggabungkan hydrometeorologi lokal dan global, geomorfologi, data topografi seperti data satelit, Numeric Weather Prediction (NWP) dan Quantitative Precipitation Forecast yang dapat diakses oleh pengguna data dan informasi cuaca.

"Biasanya data cuaca harian, bulanan maupun mingguan yang kita informasikan, tapi dengan sistem ini paling tidak tiga jam sebelum kejadian kita sudah dapatkan informasinya sehingga bisa diteruskan ke instansi terkait dan masyarakat agar bersiap siaga," tambah dia. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats