Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Juni 2017 13:44 WIB

Yayasan Planet Inovasi Gelar Workshop Inovasi Kebangsaan

Jakarta, HanTer - Pemahaman wawasan kebangsaan dewasa ini belum diimplementasikan secara optimal dalam kehidupan masyarakat, sehingga belum menghasilkan sinergi kekuatan untuk membangun keutuhan negara-bangsa, sehingga diperlukan sebuah gerakan inovasi kebangsaan untuk mendorong kemajuan bangsa serta membangun daya saing yang kuat dan keunggulan di berbagai sektor kehidupan.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pelindung Yayasan Planet Inovasi, Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko, dalam pengantar Workshop Inovasi Kebangsaan untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila, di Jakarta, Kamis (8/6/2017).
 
"Gerakan inovasi kebangsaan itu merupakan kolaborasi dan sinergi kekuatan dari seluruh elemen bangsa yang mempertemukan kekayaan yang beragam di seluruh wilayah dan daerah," ungkap Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko.
 
Dirinya juga menuturkan jika realitas kehidupan berbangsa saat ini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan karena menghadapi berbagai tantangan seperti goyahnya semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman sebagai satu bangsa, buruknya manajemen tata-kelola pemerintahan, dan semakin maraknya kasus korupsi yang sudah menyebar ke berbagai lembaga tinggi negara.
 
Karena itu, kesadaran nasionalistik atau wawasan kebangsaan perlu dirawat dan diperbaiki untuk memperkuat semangat kebersamaan dan keutuhan negara kesatuan republik Indonesia,” katanya.
 
Moeldoko menyebutkan, konsepsi wawasan kebangsaan bukan hanya sekedar rumusan slogan belaka, akan tetapi harus dimaknai, dituangkan dan diimplementasikan dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Langkah dan agenda revitalisasi kesadaran nasionalistik perlu dilakukan oleh seluruh elemen bangsa,” ujar mantan Panglima TNI yang kini menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.
 
Sementara Ketua Yayasan Planet Inovasi, Avanti Fontana mengatakan, gerakan inovasi kebangsaan yang menumbuhkan semangat nasionalistik bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem inovasi nasional secara berjejaring dan terintegrasi yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
 
Selain itu, juga membangun komunitas-komunitas inovasi yang terintegrasi di berbagai daerah untuk memajukan kewirausahaan dan meningkatkan keberdayaan masyarakat.
“Fokus dari berbagai inovasi yang dihasilkan atau dikembangkan oleh generasi muda atau para inovator Indonesia mesti bermanfaat secara ekonomi dan sosial bagi kemajuan bangsa dan keberdayaan masyarakat,” ujar pengajar Strategi dan Manajemen Inovasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
 
 
Avanti menjelaskan, inisiatif-inisiatif pemecahan masalah bangsa dapat dilakukan berdasarkan skala prioritas kepentingan pembangunan. “Dan keterlibatan Planet Inovasi membantu pemerintah dalam menggerakkan sistem inovasi nasional melalui berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan,” ujarnya.
 
 
Ia mengatakan, yayasan ini juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi terutama di kalangan generasi muda, sekaligus memacu semangat kewirausahaan dalam mengelola dan memanfaatkan berbagai sumber kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan bangsa.
 
 
Dalam upaya merawat keutuhan negara-bangsa, tambahnya, diperlukan pula kerjasama berbagai pihak yang mendorong gerakan keteladanan di berbagai bidang sosial-budaya-politik-ekonomi-hankam, terutama di kalangan generasi muda, sebagai modal penting untuk “Menginspirasi Indonesia Baru” bagi seluruh warga bangsa.
 
Karena itu, Yayasan Planet Inovasi mengajukan tema khusus dalam Workshop Inovasi Kebangsaan angkatan ke-13, yaitu “Pancasila dan Kekinian: Ideologi Negara, Identitas Nasional, dan Inovasi Kebangsaan”.
 
Ketua Dewan Pembina Yayasan Planet Inovasi, Sugihardjo mengatakan, generasi muda adalah garda terdepan dari setiap gerakan keteladanan. Misalnya, turut menjaga kesantunan, moralitas dan etika politik dalam setiap proses demokrasi. “Sehingga terhindar dari praktik politik kotor, menghalalkan segala cara atau menggunakan kekerasan maupun premanisme politik demi tujuan kelompok atau golongan tertentu saja,” ujarnya.
 
Memperhatikan kondisi perpolitikan nasional dewasa ini, kata Sugihardjo, hendaknya generasi muda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi.
 "Sudah saatnya generasi muda Indonesia menjadi aktor-aktor pencerdasan politik bagi masyarakat. Sehingga seluruh elemen bangsa tidak terjebak dalam pragmatisme politik maupun ekonomi, menghormati hak dan kewajiban orang lain serta menghargai keberagaman,” ungkapnya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats