Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 04 Juni 2017 19:37 WIB

Masyarakat Diimbau Hentikan Penyebaran Video Persekusi

Jakarta, HanTer - Masyarakat diingatkan untuk tidak menyebarkan profil, foto, video anak yang mengalami persekusi karena akan menimbulkan dampak psikologis bagi sang anak. 

Hal itu dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise di Jakarta, Sabtu (3/6/2017), menanggapi beredarnya video di media sosial terkait dengan sekelompok orang yang mengaku tergabung dalam salah satu organisasi masyarakat dan melakukan tindakan persekusi terhadap Putra Mario Alfian (PMA).

PMA dinilai melakukan penghinaan terhadap ketua organisasi masyarakat tersebut melalui akun media sosialnya. PMA dimintai keterangan dengan cara yang kurang baik yakni membuat hingga menandatangani surat pernyataan bermaterai atas tindakannya itu serta mendapatkan beberapa kali pukulan dari massa.

"Jika anak melakukan pelanggaran, sebaiknya tempuh proses hukum dengan pendampingan orang tua atau wali," kata Yohana dalam keterangan tertulisnya. Menurut dia, Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak telah mengatur keseluruhan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum.

Oleh karena itu, peran orang tua atau wali sangat diperlukan. "Berikan kasih sayang dan pendampingan agar anak tidak menjauh dari keluarga dan mendekati perilaku pidana serta ajarkan tentang perbuatan yang baik dan benar, tunjukkan perilaku yang baik dan tidak melanggar hukum agar anak memiliki panutan perilaku yang baik," ucap dia.

Yohana meminta seluruh masyarakat bisa memastikan terpenuhinya hak dan memberikan perlindungan terhadap anak, serta mengimbau agar tidak melakukan tindakan persekusi yang melanggar hak anak.

"Hentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak karena anak dilindungi oleh Negara. Jauhkan anak dari segala bentuk kekerasan, penyiksaan, penghukuman atau perlakuan lain yang kurang baik dan dapat merendahkan derajat dan martabatnya. Siapapun pelakunya perlu ditindak secara hukum," kata Yohana.

Yohana juga mengatakan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tidak cukup dengan diterbitkannya berbagai undang-undang yang melindungi anak tapi yang terpenting bagaimana masyarakat memperkuat perannya dalam perlindungan anak.

Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa sebelumnya menilai tindakan kepada PMA sangat berlebihan dan tidak pantas, mengingat umurnya masih kategori anak- anak. Oleh karena itu, Ia meminta Polri segera mengusut kasus tersebut. Sehingga diharapkan tidak ada lagi korban persekusi di masyarakat khususnya anak-anak.

"Kalau memang ada keberatan silakan lapor kepada pihak berwenang, tidak lantas main hakim sendiri. Indonesia ini negara hukum," katanya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta agar peristiwa serupa tidak terulang. Ia meminta masyarakat untuk saling menghargai dan toleransi satu sama lain, agar hubungan yang harmonis antarwarga masyarakat dan lingkungan bisa terjaga. 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats