Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 21 Mei 2017 23:20 WIB

YLKI Minta BPOM Tingkatkan Pengawasan Makanan di Bulan Ramadhan

Medan, HanTer - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai makanan yang mengandung kimiawi bercampur fomalin, serta minuman dengan bahan "Rhodamin B" menjelang bulan suci Ramadhan.

"Formalin itu (pengawet makanan) dan Rhodenim B (zat pewarna sintetis) yang sangat berbahaya bagi kesehatan, disinyalir banyak dijual Pasar Tradisional dan pusat kuliner," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik, seperti dilansir Antara Minggu (21/5/2017).

Menurut dia, untuk mengantisipasi agar makanan dan minuman tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap warga yang mengkonsumsinya, maka Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan proaktif turun ke lapangan.

"Kami tidak menginginkan masyarakat menjadi korban terkena makanan dan minuman yang dianggap tidak sehat tersebut," kata Abubakar.

Ia menyebutkan, di sini perananan petugas BBPOM Medan mencegah agar makanan dan minuman tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa. "Jangan setelah ada temuan makanan berbahaya di masyarakat baru turun ke lapangan, dan BPPOM harus bertanggungjawab dengan tugasnya," ucap dia.

Abubakar mengatakan, ada atau tidaknya temuan bahan formalin dan rhodenim, petugas BBPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan penelitian atau "sampling test".

Formalin atau boraks tersebut selama ini dijadikan pedagang untuk bahan campuran makanan, sehingga dapat lebih tahan lama. Selain itu, zat rhodenim atau pewarna dicampur dengan sari manis atau kepala gula, sehingga minuman tersebut terasa seperti gula asli.

Hal tersebut, banyak dilakukan para pedagang, karena akhir-akhir ini harga gula melambung tinggi, sehingga tidak sanggup dibeli wiraswasta itu. Sedangkan, bahan formalin agar makanan tetap kelihatan baru, dan dapat dijual lagi kepada masyarakat.

"Bahan makanan dan minuman yang menggunakan zat kiamiawi itu bisa menimbulkan penyakit kanker, mengganggu fungsi otak, merusak metabolisme tubuh, depresi dan penyakit lainnya yang dapat mempercepat proses kematian bagi manusia," ujarnya. 


(Abe)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats