Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 13 Mei 2017 05:52 WIB

Aturan Direvisi, Gambar Seram Kemasan Rokok Bakal Diperbesar

Jakarta, HanTer - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menggodok draft revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 109/2012 tentang peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok (Pictorial Health Warning). 
 
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes, Dedi Kuswenda mengatakan, salah satu beleid yang akan diubah terkait besaran gambar seram dalam kemasan rokok. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan jumlah perokok di Indonesia.
 
“Internasional sudah menerapkan 75 persen (peringatan bergambar) pada kemasan rokok, sedangkan kita baru 40 persen. Targetnya minimal besaran gambar bisa sampai 75 persen,” kata Dedi di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Ia menuturkan, revisi aturan PP 109 tersebut ditargetkan akan diajukan paling lambat tahun ini dan diterapkan pada 2019 mendatang. “Sedang kita bahas revisinya, nanti diajukan ke Kemenkum HAM (Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia),” ungkapnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, kebiasaan merokok di Indonesia telah membunuh setidaknya 235 ribu jiwa setiap tahun dan Indonesia dibayangi dengan beban biaya pengobatan tinggi akibat rokok. Di antaranya penyakit jantung yang pada tahun 2014 menelan beban biaya pengobatan mencapai Rp8,189 triliun.
 
"Ini semakin menjadi ancaman terutama dengan kondisi Indonesia yang akan mengalami puncak bonus demografi pada 2035 mendatang. Dengan kondisi sekarang kita terancam tidak akan mendapat keuntungan dari bonus demografi tersebut," ujar Dedi.
 
Disinggung terkait efektivitas peringatan bergambar seram dalam kemasan rokok, Dedi mengakui jika belum optimal menekan jumlah perokok. Hanya saja, dari hasil kajian peringatan bergambar ini bisa membuat kalangan pemula berpikir ulang untuk mulai merokok.
 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats