Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 25 April 2017 22:15 WIB

Program Imunisasi Belum Merata

Jakarta, HanTer – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui program imunisasi nasional masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun, pada 2016 diklaim telah mencapai target.

"Secara nasional cakupan imunisasi sudah mencapai target yang ditetapkan, namun disparitas masih ada, terdapat kesenjangan pada daerah lain," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan M Subuh di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Subuh menuturkan, Indonesia timur menjadi wilayah dengan cakupan imunisasi yang masih minim.
Beberapa provinsi yang cakupan imunisasinya masih di bawah 80 persen pada 2016 antara lain Papua, Aceh, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.

Menurut Subuh, hal tersebut diakibatkan oleh letak geografis dan kesadaran masyarakat yang kurang akan vaksinasi. Sementara di Aceh, lanjut dia, dikarenakan adanya isu agama yang menyebutkan bahwa vaksin itu haram. Di mana, cakupan imunisasi di Aceh pada 2013 dan 2014 sudah di atas 95 persen, namun pada 2015 dan 2016 menurun jadi di bawah 80 persen.

Untuk 2016 persentase realisasi program imunisasi sudah di atas 100 persen untuk 80 persen kabupaten/kota yang sudah melakukan imunisasi dasar lengkap, anak usia 0-11 bulan imunisasi dasar lengkap, dan anak usia 12-24 bulan yang mendapat imunisasi DPT-HB-Hib lanjutan.

Seperti dilansir Antara, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2007, 2010, dan 2013 menyebutkan, kecenderungan imunisasi dasar lengkap pada usia anak 12-23 bulan terus meningkat kendati masih ada anak yang tidak diimunisasi sama sekali.

"Tren cakupan imunisasi lengkap secara nasional mengalami peningkatan, namun masih terdapat anak-anak yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi. Selama beberapa tahun persentasenya fluktuatif," ucapnya.

Hak Anak

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Soleh mengatakan bahwa pemberian vaksin atau imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh orang tua.

"Imunisasi adalah salah satu sarana untuk menjamin kesehatan anak. Kesehatan anak itu bagian dari hak dasar anak yang harus dilindungi dalam kondisi situasi apapun," katanya.

Dia menjelaskan hak dasar anak untuk diimunisasi sama dengan hak dasar untuk beragama, mendapatkan pendidikan, dan bersosial. Hak tersebut tertuang dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang diratifikasi negara-negara internasional untuk menjadi komitmen internasional.

 "Mengabaikan imunisasi berarti pengabaian terhadap hak dasar anak Indonesia," kata dia.

Asroroun mengemukakan landasan hukum hak dasar kesehatan pada anak ditegaskan pada UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 
 

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats