Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 02 April 2017 21:11 WIB

Ibu Miliki Peran Vital dalam Mendidik Anaknya dalam Keluarga

Kediri, HanTer - Seorang ibu mempunyai peran yang sangat vital di lingkungan rumah. Karena seorang ibu harus mendidik anak-anaknya di dalam rumah. Seorang ibu mempunya peran dalam mendidik para generasi bangsa kedepannya nanti adalah seorang ibu. Untuk itu seorang ibu harus bisa mendidik dan mengawasi anaknya dari pengaruh bahaya paham radikalisme dan terorisme.
 
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs Sujardi Alius, MH, saat menjadi narasumber di acara pertemuan rutin Himpunan Daiyah Majelis Taklim Muslimat (Hikmat) NU dan Ikatan Haji Muslimat (IHM) NU wilayah Jawa Timur di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Purwoasri, Kabupaten Kediri, Minggu (2/4/2017).
 
”Kalau di luar rumah ada guru dan sebagainya, tapi seorang ibu adalah sosok yang paling sering bertemu anaknya di rumah sejak anak itu lahir. Jadi peran ibu sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Saya berharap banyak dari ibu-ibu semua agar dapat menjaga dan mengawasi perilaku anak-anaknya,” ujar Komjen Suhardi Alius.
 
Di hadapan sekitar sekitar 250 Muslimat NU tersebut mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan bahwa di era globalisasi ini tekhnologi dan dunia maya sudah sangat berbahaya sekali bagi kaum generasi muda yang tidak dapat memilah mana informasi yang baik dan tidak baik
 
“Gara-gara ini (sambil memegang smartphone miliknya) yang menjadi masalah saat ini, semua orang bisa menjadi radikal. Dunia dalam genggaman. Memang, banyak manfaatnya dari gadged ini, tetapi juga banyak aspek negatifnya jika salah digunakan,” ujar mantan Kabaresrim Polri ini
 
Menurutnya, jika jaman dahulu para pelaku teror dalam melakukan perekrutan atau baiat harus datang dan bertemu langsung kepada para tokoh teroris, namun hal tersebut sudah tidak lagi dilakukan dan beralih dengan memanfaatkan kecanggihan tekhnologi.
 
“Sekarang tidak perlu datang langsung, cukup di baiat melalui online lewat internet. Contohnya si Ivan dalamkasus penusukan pastur di Medan tahun lalu. Itu dia baiat lewat online,” ujar Ka BNPT sambil disambut kalimat Astagfirullah Hal Azim oleh kaum Muslimat yang menyaksikan paparan Ka BNPT dengan seksama.
 
Dalam kesempatan tersebut mantan Kapolda Jawa Barat ini juga menceritakan bagaimana anak-anak usia dibawah 12 tahun yang dibawa orang tuanya untuk hijrah ke Suriah bergabung dengan kelompok radikal terorisme Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).
 
“Mereka semua sudah di doktrin oleh orang tuanya. Dikatakan kepada anak-anaknya bahwa negara ini kafir dan diajarkan untuk memusuhi orang-orang yang tidak sepaham dengan ideologinya,” kata mantan kadiv Humas Polri ini sambil memutarkan film anak-anak kecil dari Indonesia yang telah bergabung ISIS.
 
Untuk itu menurut mantan Wakapolda Metro Jaya ini, perlunya pengawasan dari orang tua terhadap putra putrinya dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi agar terhindar dari faham Radikalisme Terorisme. “Karena kalau sudah terkena paham itu, ditambah narkoba dan pornografi anak-anak itu tidak ada masa depannya,” kata pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini mengakhiri.
 
Usai menjadi narasumber di Pondok Pesantren Al Hikmah, sore harinya Kepala BNPT juga berkesempatan untuk menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Lahir ke 71 Pengurus Wilayah Mulimat N Jawa Timur serta Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten dan Kota Kediri yang berlangsung di GOR Joyoboyo Kediri dengan dihadiri tidak kurang dari 1.000-an orang Muslimat NU   
 
Seperti halnya di Pesantren Al Hikmah, kepada para audience yang hadir, mantan Kapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolres Depok ini menceritakan bahwa pada hari Rabu (29/3/2017) lalu dirinya hadir ke Tenggulun, Selopuro, Kab. Lamongan untuk melakukan pembangunan Taman Pendikan Al Quaran dan merenovasi masjid. Dimana di tempat tersebut adalah tempat para mantan jihadis peracik dan pelaku bom Bali.
 
“Para kombatan itu sudah insaf dan mengaku salah atas perbuatannya di masa lalu. Kami hadir disana untuk menyelamatkan anak-anak dari para mantan kombatan atau pelaku. Anak-anak tersebut harus kita berikan pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang benar,” ujarnya .
 
Untuk itu alumni Akpol tahun 1985 ini meminta kepada para kaum Muslimat NU itu lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya dalam mengawasi anak-anaknya. “Kami minta dengan sangat agar ibu-ibu semua dapat memantau lingkungan disekitarnya. Biasanya mereka melakukan pertemuan yang tertutup. Kalau sudah melihat kejadian seperti itu tolong dilaporkan ke aparat. Jangan sampai kejadian terlebih dahulu, kita semua yang repot nantinya,” pungkasnya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats