Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 10 Maret 2017 19:22 WIB

Waspada Pneumonia, Penyebab Kematian Utama Balita

Jakarta, HanTer - Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu, mengatakan pneumonia disebut "pandemi yang terlupakan" karena merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada anak di bawah lima tahun (balita) tetapi jarang dibicarakan.
 
"Pneumonia merupakan satu dari 10 pembunuh balita terbanyak di dunia. Pada 2015, terdapat 5,9 juta balita meninggal dan 920.136 atau 15 persen disebabkan pneumonia," kata  di Jakarta, Jumat (10/3/2017/2017).
 
Ia mengungkapkan, 99 persen kematian anak akibat pneumonia terjadi di negara-negara berkembang. Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi pneumonia mencapai 4,5 persen dengan insiden mencapai 1,8 persen. Sedangkan, menurut Sistem Registrasi Sampel 2014, terdapat 24 balita meninggal dunia setiap jam dan empat di antaranya disebabkan pneumonia.
 
Data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan pada 2009 menyebut, pneumonia termasuk delapan besar penyebab kejadian rawat inap di Indonesia dengan rerata kefatalan kasus tertinggi, yaitu 6,63 persen. "Sebanyak 50 persen penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumoniae, 20 persen akibat Haemophilus influenzae dan 30 persen akibat virus, jamur dan parasit lainnya," tuturnya.
Anak ASI
Sementara itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Pimpinan Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Nastiti Kaswandani mengatakan, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama menurunkan potensi pneumonia pada anak. "Pemberian ASI eksklusif bisa menurunkan risiko pneumonia 15 persen hingga 23 persen pada anak," ujarnya.
Selain pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama, pemberian imunisasi vaksin Haemophilus Influenzae type B (HiB) dan Pneumococcal juga menurunkan risiko pneumonia hingga 49 persen pada anak.
 
Ia menjelaskan, pneumonia adalah radang paru-paru yang disebabkan infeksi oleh kuman. Kondisi udara yang bersih dan baik di dalam rumah menjadi salah satu syarat untuk menurunkan potensi risiko pneumonia pada anak. "Penggunaan bahan bakar untuk memasak yang bersih dan ramah lingkungan di dalam rumah juga menurunkan risiko hingga 50 persen pada anak," katanya lagi.
 
Menurutnya, pneumonia adalah pembunuh utama anak di bawah usia lima tahun (balita).
Pada 2015, kematian balita di seluruh dunia mencapai 5,9 juta kasus. Kematian akibat pneumonia mencapai 16 persen.
 
Indonesia, kata Nastiti, adalah satu dari 10 negara dengan angka kematian balita tertinggi pada 2015, yaitu mencapai kisaran 147 ribu. Dari seluruh kematian balita tersebut, 17 persen disebabkan pneumonia. "Di Indonesia, setiap jam terdapat dua hingga tiga balita yang meninggal karena pneumonia," ujarnya pula.
 
Upaya untuk mencegah balita terinfeksi pneumonia, Nastiti menyarankan dua hal, yaitu perlindungan dan pencegahan. Upaya perlindungan dilakukan dengan menciptakan lingkungan hidup yang sehat bagi balita. Sedangkan upaya pencegahan agar balita terhindar dari pneumonia dilakukan dengan imunisasi lengkap, pencegahan HIV/AIDS, pemberian profilaksis kotrimoksazol pada HIV/AIDS, dan pemberian zinc pada kasus diare. 
 
 


(Ant/Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats