Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 09 Maret 2017 21:47 WIB

BPOM Belum Temukan Kandungan Narkoba di Permen Dot

Jakarta, HanTer – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menguji permen dot yang diduga mengandung narkoba sebagaimana ditemukan otoritas pemerintah kota Surabaya.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan, upaya itu dilakukan melalui Balai Besar POM di seluruh Indonesia. Pengujian produk permen dot dengan merek ‘Penguin brand’ itu menggunakan metode sampling.

“BPOM beserta jajaran di seluruh Indonesia melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran produk tersebut. Saat ini sedang dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel permen 'Penguin Brand'," kata Penny di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Saat ini, lanjut dia, belum semua sampel selesai dilakukan pengujian. Namun, dari beberapa sampel yang telah diuji terkait narkotika, psikotropika, Formalin dan Rhodamin B, hasil uji menunjukkan negative atau atau sampel tidak mengandung narkotika, Formalin dan Rhodamin B.

Sebelumnya, masyarakat sempat resah dengan isu beredarnya permen yang diduga mengandung narkoba di kalangan siswa sekolah dasar (SD). Isu itu berkembang di media massa dan media sosial sejak 6 Maret lalu, setelah Pemkot Surabaya melakukan kegiatan pengawasan pangan jajanan anak sekolah dan mencurigai adanya kandungan Rhodamin-B dan Formalin.

Pemkot Surabaya melalui seluruh jajaran kelurahan, kecamatan dan satuan polisi pamong praja melakukan razia terhadap permen yang berbentuk dot bayi dengan merek Penguin Brand di sejumlah sekolah dan pasar. "Berdasarkan data pendaftaran produk pangan di BPOM, permen Penguin Brand terdaftar sebagai produk pangan impor dari China," kata dia.

Dia mengatakan nomor izin edar permen Penguin Brand BPOM RI ML 224409003077 berlaku sampai tahun 2018. Importasi permen Penguin Brand, lanjut dia, berdasarkan rekomendasi Surat Keterangan Impor (SKI) dari Balai Besar POM di Surabaya.

Penny mengatakan BPOM mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media sosial. Masyarakat, kata dia, harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk obat dan makanan dengan "Cek KLIK" yaitu cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa.

"Jika menemukan produk yang mencurigakan, masyarakat dapat menghubungi dan/atau melaporkan kepada BPOM," tukasnya. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats