Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 09 Maret 2017 22:31 WIB

Perluas Kepesertaan, BPJS Kesehatan Berharap Dukungan Kemristekdikti

Jakarta, HanTer – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berharap dukungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk mewujudkan target jaminan kesehatan semesta (universal health coverage) di Indonesia pada 1 Januari 2019 mendatang.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan, perguruan tinggi, yang menjalankan Tri Dharma Pendidikan, memiliki potensi dan kemampuan besar untuk mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa, yang berperan sebagai katalisator dalam mencapai tujuan Pemerintah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan.

“Selama ini, mayoritas masyarakat berpikir untuk mendaftar JKN-KIS hanya ketika sakit. Mahasiswa sebagai change agent, diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk mengubah pola pikirnya sehingga dengan sukarela mau mendaftar selagi sehat sebagai wujud gotong royong membantu sesama,” kata Fachmi dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kemenristekdikti di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Menurut Fachmi, kemitraan antara BPJS Kesehatan dan Kemristekdikti akan sangat bermanfaat bagi para civitas academika agar mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program JKN-KIS. “Sekaligus memberikan gambaran kepada seluruh mahasiswa tentang program mulia ini, sehingga dapat ikut serta mengajak masyarakat luas untuk ikut bergotong-royong dalam Program JKN-KIS,” ungkapnya.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 42 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, untuk mendaftarkan mahasiswanya secara kolektif menjadi peserta JKN-KIS. Perguruan tinggi tersebut dapat mendata dan mendaftarkan mahasiswanya yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Selain itu, kolekting iuran mahasiswa, juga dikoordinir oleh pihak universitas sehingga lebih mudah.

Sementara, pada kesempatan kali ini, ruang lingkup nota kesepahaman dengan Kemristekdikti meliputi optimalisasi komunikasi, informasi dan edukasi dalam pelaksanaan program JKN-KIS di perguruan tinggi, stermasuk juga perluasan peserta program.

Sebagai informasi, hingga 3 Maret 2017, total peserta JKN-KIS telah mencapai 174.777.376 jiwa. Terdiri dari 92.100.301 peserta PBI yang dibiayai APBN, 16.309.479 peserta PBI dibiayai APBD, 13.327.804 peserta PNS, 1.562.067 peserta TNI, 1.225.992 peserta Polri, 1.430.536 peserta BUMN/BUMD, dan 23.521.754 peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) swasta, 20.291.458 peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau dikenal juga dengan peserta pekerja mandiri, dan 5.007.985 peserta Bukan Pekerja. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats