Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 23 Februari 2017 23:55 WIB

BIG Upayakan Percepatan Kebijakan Satu Peta

Jakarta, HanTer - Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) mengembangkan peta rawan banjir dalam cakupan yang lebih luas.

Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan, sampai saat ini peta rawan banjir sudah mencakup 191 kabupaten/kota dari target 317 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. "Kita akan melanjutkan untuk menambah lokasi-lokasi atau cakupan area yang belum dipetakan. Dengan data terbaru, resolusi lebih tinggi akan kita manfaatkan. Peta banjir yang sudah ada kita update," kata Hasanuddin dalam Rapat Koordinasi Teknis Informasi Geospasial Tematik (Rakortek IGT) di Jakarta, Kamis (23/2/2017),

Pemetaan wilayah rawan banjir yang dilakukan oleh BIG, Kementerian PUPR dan BMKG menggunakan pendekatan lansekap analisis, yaitu pendekatan bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang menggambarkan proses sejarah pembentukan sistem alaminya.

"Pendekatan lansekap analisis menggunakan Peta Sistem Lahan dan Digital Elevation Model (DEM) sebagai tapisan awal untuk membedakan wilayah banjir dan wilayah tidak rawan banjir yang diklasifikasikan tiga tipe yaitu banjir bandang, banjir sungai, dan banjir pesisir," kata dia.

Deputi Informasi Geospasial Tematik BIG, Nurwadjedi menambahkan, kerja sama ini dengan penambahan lokasi dan cakupan area yang dipetakan. Dengan data terbaru dan resolusi tinggi akan membuat peta banjir lebih update. “Layaknya arisan data, dalam pembuatan peta ini BIG juga bersinergi dengan instansi lain. Dalam peta ini resolusinya berskala 1:50.000,” jelasnya.

Nurwadjedi melanjutkan, BIG memberi kontribusi peta dasar yang dipadukan dengan data curah hujan dari BMKG, dan Kementerian PU-PR, data historik banjir untuk memantau kondisi drainase dan infrastruktur.

Rakortek IGT yang diselenggarakan BIG juga bertujuan untuk membahas strategi dan rencana dalam pelaksanaan Percepatan Kebijakan Satu Peta (PKSP). Harapannya, Kebijakan Satu Peta akan menghasilkan satu peta standar yang dapat mendukung terwujudnya agenda prioritas nawa cita. 

 

 

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats