Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 22 Februari 2017 20:10 WIB

Pelayanan Sosial Dasar Minim, Hambat Pembangunan Desa

Jakarta, HanTer - Pelayanan sosial dasar (PDS) di wilayah pedesaan di Indonesia masih terbilang minim. Akibatnya, upaya peningkatan status sosial dan ekonomi masyarakat setempat pun terkendala karena kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi menuturkan, minimnya pelayanan sosial dasar di pedesan juga menjadi kendala dalam pembangunan desa seperti yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dijelaskan, pelayanan sosial dasar sendiri mencakup sarana pelayanan kesehatan hingga fasilitas pendidikan. “Dari 74 ribuan desa, lebih dari 50 persen desa termasuk tertinggal. Ini akibat pelayanan sosial dasar yang masih minim,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, lanjut dia, nantinya penggunaan dana desa akan dialokasikan untuk membangun dan meningkatkan pelayanan sosial dasar. Contohnya, pembangunan sanitasi, penguatan pelayanan kesehatan dan fasilitas pendidikan.  “Nanti 20 sampai 30 persen dana desa akan dialokasikan untuk pelayanan sosial dasar. Tahun lalu kita (dana desa) masih fokus (membangun) infrastruktur,” ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, Kemendes PDTT tidak bisa bekerja sendiri untuk menyediakan PDS hampir di seluruh desa di Indonsia. Pihaknya, membutuhkan dukungan dari lintas kementerian dan lembaga negara. "Kami berkoordinasi dengan 19 kementerian lain untuk merespon berbagai problematika terkait PSD, karena masing-masing kementerian telah memiliki program sendiri. Jika kami tidak terintegrasi justru menjadi tidak efisien," imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, usai menemui Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid berharap Kemendes PDTT dapat membantu pembangunan di wilayah Nunukan dan mengembangkan potensi yang ada.

Menurut Laura, Kabupaten Nunukan sebenarnya memiliki banyak sumber daya alam yang dapat meningkatkan pemasukan daerah. Seperti, perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara, dan sumber daya laut yang melimpah. Semua potensi alam itu belum tergarap maksimal, karena minimnya anggaran yang dimiliki.

Apalagi, kata dia, Nunukan merupakan daerah terdepan yang menjadi perbatan Indonesia dengan Malaysia. Dengan dukungan dari Kemendes PDTT, ia berharap perkembangan Nunukan baik dalam aspek ekonomi maupun sosial bisa optimal. 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats