Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 21 Februari 2017 20:58 WIB

BPJS Kesehatan: Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Gratis

Jakarta, HanTer - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyatakan bahwa deteksi dini kanker leher rahim masuk dalam skema pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan deteksi dini kanker leher rahim tidak perlu lagi mengeluarkan uang.

“Deteksi dini kanker leher rahim ini merupakan salah satu bentuk program promotif preventif yang dijamin BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dalam keterangan tertulisnya saat mendampingi Ibu Iriana Joko Widodo dalam kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Pada Perempuan melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Selasa (21/2/2017).

Sebagai informasi, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini kanker leher rahim.

Kanker leher rahim, tambah Fachmi umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker leher rahim sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.

Menurut Fachmi, apabila dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat peserta JKN-KIS yang positif mengidap kanker leher rahim, maka ia dapat menjalani perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional di tahun 2016, jumlah kasus kanker leher rahim di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara di tingkat rawat inap ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Di Tahun 2016 juga, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan pihak lainnya telah melakukan pemeriksaan IVA kepada 137.465 peserta JKN-KIS dan sebanyak 5.753 orang terdekteksi IVA positif.

Sedangkan sampai dengan Januari 2017, sebanyak 6.117 peserta JKN-KIS telah melakukan pemeriksaan IVA. Khusus di wilayah kerja Divisi Regional VI (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) BPJS Kesehatan, sebanyak 468 peserta JKN-KIS telah melakukan pemeriksaan IVA dan sebanyak 140 peserta JKN-KIS di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Surakarta. 

 

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats