Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 21 Februari 2017 20:26 WIB

BKKBN: Jangan Percaya Iklan Sufor Pengganti ASI

Jakarta, HanTer - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan Air Susu Ibu (ASI) menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini belum ada tandingannya.

"ASI itu yang terbaik. Jangan percaya bahwa susu formula (sufor) dapat menggantikannya dengan iklan yang mengatakan bahwa anak akan lebih cerdas karena ada mineral dan vitaminnya. Ibu harus memberikan ASI agar anaknya sehat dan cerdas," tegas Surya, dilansir Antara, Selasa (21/2/2017).

Ia mengatakan hal itu karena mendapati terjadi perubahan sikap di kalangan perempuan pekerja di perkotaan yang terkadang menggampangkan kewajiban memberikan ASI. Mereka mengganti asupan ASI dengan susu formula karena alasan tuntutan pekerjaan.

Dampaknya, masih banyak dijumpai kejadian tumbuh pendek atau stunting. Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan pada 2013 ada sekitar 37,2 persen status balita yang pendek.

Surya mengatakan angka tersebut termasuk tinggi, dan salah satu penyebabnya karena kehamilan ibu Indonesia tidak terencana dengan matang.

"Sebanyak 30 persen anak Indonesia keadaannya stunting, bisa dikatakan pendek orangnya, pendek pula otaknya. Hal ini karena saat hamil ibunya kurang gizi. Setelah itu pemberian ASI juga tidak lengkap mulai dari inisiasi menyusui dini, eksklusif enam bulan, sampai dua tahun tanpa setetes pun susu sapi," kata Surya.

Ketika ibu kesulitan memberikan ASI, maka pada umumnya akan diberikan susu sapi sebagai pengganti.

Menurut Surya, kebiasaan ini yang seharusnya dihindari karena bagaimanapun asupan terbaik bagi bayi adalah ASI. Bila usia anak sudah semakin bertambah, maka pemberian ASI bisa disandingkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).


"Susu sapi hanya untuk ibunya. Kalau lagi hamil, lagi menyusui, minum susu sapi bagus untuk gizi ibu, jadi susu sapi untuk ibunya dan ASI untuk anaknya," kata dia dilansir Antara.

Bukan hanya soal ASI saja, Surya juga menyesalkan sikap ibu yang menyerahkan pemeliharaan dan pengasuhan anak kepada pengasuh (baby sitter). "Saat kecil, anak tidak diberikan ASI. Lantas pengasuhannya juga diserahkan ke orang lain. Lalu, orangtua sibuk mencari uang, tanpa menyadari bahwa telah mengabaikan hal-hal penting yang merupakan pondasi untuk kehidupan anak di masa datang," kata Surya. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats