Di Publish Pada Tanggal : Senin, 30 Januari 2017 23:15 WIB

Kasus Karhutla, Walhi Desak Pertanggungjawaban Korporasi

Jakarta, HanTer -  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta penegakan hukum pada kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melibatkan sejumlah korporasi menekankan pada pertimbangan pertanggungjawaban perusahaan.

"Pertanggungjawaban korporasi, itu yang paling mendesak dilakukan (dalam penyelesaian masalah kebakaran hutan)," kata Pengkampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar Walhi Fatilda Hasibuan.
Fatilda di Jakarta, Senin (30/1/2017).

Hal itu, kata dia, mengacu pada salah satu ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menekankan pertanggungjawaban pihak yang melakukan usaha di lahan berbahaya.

"Kalau dia (korporasi) sudah tahu berusaha di tanah yang sangat berbahaya, risiko memang dia harus tanggung walaupun sudah sangat hati-hati. Kalau masih terjadi ya itu tetap tanggung jawabnya, karena dia mau berusaha di tempat yang sangat berbahaya, gambut kalau dikeringkan pasti gampang terbakar," kata dia.

Dia mencontohkan penghentian penyidikan kasus atau SP3 terhadap 13 perusahaan yang terindikasi pembakaran hutan dan lahan di Riau. Menurutnya, penghentian kasus tersebut dikarenakan penegak hukum tidak menyertakan klausul pertanggungjawaban korporasi dan hanya mendetail pada pemeriksaan pelaku semata.

"Itu harusnya yang dimengerti oleh penegak hukum baik polisi, jaksa, dan hakim," tutur Fatilda dilansir Antara.

Seperti diketahui, Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan oleh Polda Riau pada Juli 2016 terhadap 13 perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan sempat menuai penentangan dari berbagai pihak seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, LSM lingkungan, dan juga anggota DPR RI. (Arbi)


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats