Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 13 Januari 2017 12:41 WIB

Awas, Jajanan Sekolah Mengandung Narkoba

Jakarta, HanTer - Peredaran narkoba dengan mengincar kalangan anak muda bukan barang baru, tetapi dengan menargetkan anak dibawah umur seperti pada usia taman kanak-kanak (TK) tentu sangat membahayakan.

Kejadian ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, terkait temuan lima kasus makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak TK telah dicampur atau terkontaminasi narkoba.

"Dari hasil penemuan dan juga laporan dari masyarakat, anak-anak TK terkontaminasi melalui makanan dan minuman dan ternyata mereka tidak perlu membayar," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso, di Denpasar, Kamis (12/1/2017).

Modusnya, ujar dia, ternyata warung-warung di sekitar sekolah TK tersebut dibiayai oleh sindikat jaringan narkoba untuk memberikan campuran pada berbagai makanan dan minuman yang dijual.

"Harapannya tentu agar anak-anak itu akan addict (kecanduan), begitu addict maka akan menjadi pangsa pasar berikutnya," ucapnya.

Menurut Budi Waseso, sengaja anak-anak dijadikan ajang peredaran narkoba oleh sindikat narkoba karena mereka tahu bahwa para pengguna sekarang ini akan pupus untuk beberapa tahun ke depan. Bahkan, di kalangan mereka menggunakan sandi regenerasi pasar.

Namun, dia enggan untuk merinci tempat-tempat ditemukan kasus anak TK tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. "Di Bali belum ditemukan, tetapi di beberapa daerah sudah, karena ada laporan dan kami dalami," ucapnya sembari mengatakan jika hal itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di Bali karena hal tersebut merupakan komitmen para sindikat untuk mempertahankan pangsa pasar.

Pengawasan

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Namun, ia memastikan belum menemukan makanan atau minuman sejenis yang dimaksud BNN di lingkungan sekolah di DKI Jakarta.

Dewi mensinyalir, peredaran makanan dan minuman yang mengandung narkoba seperti yang disebutkan BNN bukan produk sembarangan.“Mungkin ada jenis (makanan atau minuman) tertentu yang dicampur. Yang pasti, produk yang dikemas tapi tidak menggunakan label, tidak ada penandaan yang jelas,” jelasnya.

Jika makanan atau minuman kemasan, kata dia, pasti tampak sudah pernah dibuka untuk dicampur dengan narkoba sehingga kemasannya tidak utuh. “Artinya pernah dibuka dan ditutup lagi. Ini bisa dilihat secara kasat mata,” katanya.

Dengan adanya temuan baru ini, tambah Dewi, pihaknya akan meningkatkan pengawasan jajanan di lingkungan sekolah termasuk upaya edukasi kepada pihak sekolah dan orangtua siswa.


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats