Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 21 Desember 2016 10:29 WIB

Waspada Makanan Kadaluarsa Jelang Natal dan Tahun Baru

Kupang, HanTer - Warga Kota Kupang diminta mewaspadai barang kebutuhan yang sudah kadaluwarsa yang sengaja diedarkan pedagang jelang perayaan Natal di saat tingginya permintaan.

"Kami terus himbau dan sampaikan kepada warga untuk hati-hati dalam membeli barang kebutuhan pokok saat ini untuk bisa menghindari barang yang sudah daluwarsa," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagngan Kota Kupang, Mesakh Bailaen di Kupang, Rabu (21/12/2016).

Menurut dia, segala kemungkinan tentu ada dan karena itu pemerintah meminta warga Kota Kupang untuk meneliti dan melihat masa berlaku barang terutama barang kemasan sebelum dibeli.

Dia mengatakan barang kemasan yang dijual di sejumlah kios, toko, hingga ke pusat belanja moderen di daerah ini patut diwasapadi telah memasuki masa daluarsanya. Karena itulah, kewaspadaan dalam memilih dan membeli barang perlu diingatkan lagi.

Pengambilan keuntungan dari praktik kotor pedagang dengan masih memajang dan menjual barang kadaluarsa boleh jadi dilakukan di saat permintaan barang kebutuhan pokok mulai merangkak naik seperti saat ini.

"Kita perlu waspadai praktik nakal para pedagang itu karena bukan tidak mungkin dilakukan di swalayan dan pusat belanja moderen lainnya di daerah ini," katanya.

Mesakh mengatakan terus melakukan pengawasan dengan memantau langsung penjualan barang dagangan di sejumnlah tempat belanja moderen itu.

Pemerintah Kota Kupang, kata dia, akan berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan untuk melakukan pemantauan itu agar bisa langsung lakukan tindakan bagi pelanggarnya.

Menurut dia, kerja sama dan koordinasi dengan pihak lain seperti Balai Pom dan kepolisian sudah tentu harus dilakukan, untuk aksi pemantauan barang daluarasa itu.

"Kami sedang persiapkan segala sesuatunya dan segera kita lakukan aksinya secara bersama dan terintegrasi," kata Mesakh.

Dia juga meminta warga untuk lebih teliti dalam membeli barang terutama barang kemasan yang dijual agar tidak terjebak dengan upaya kotor pedagang. "Lihatlah masa penggunaanya di kemasan barang yang akan dibeli. Jika sudah tidak berlaku lagi maka harus dilapor kepada aparat terdekat," katanya.

Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (YLKI-NTT) Marthen Mulik secara terpisah mengatakan pemerintah sangat peduli dan siap melindungi konsumen dari kemungkinan mengkonsumsi barang kadaluarsa yang dijual pedagang.

Dia mengatakan YLKI NTT sudah menyampaikan kepada pedagang untuk melaksankan aktivitasnya secara jujur dengan hanya menjual barang yang sehat dan masih bisa dikonsumsi saja.

"Tidak lalu menjual yang sudah kadaluarsa untuk meraup keuntungan namun merugikan pihak lain," katanya.

Penerapan sanksi tentu sangat diharap oleh YLKI demi perlindungan kepada warga selaku konsumen.

"Ini mau hari raya jadi permintaan kebutuhan pasti tinggi. Boleh jadi akan ada praktik nakal dengan menjual barang yang sudah kadaluarsa," katanya.

Marthen juga menghimbau warga untuk melaporkan kejadian yang dialami agar bisa segera diproses hukum.


(Oni/ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats