Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 25 November 2016 23:57 WIB

Populasi Owa Jawa Terancam Praktek Perdagangan Ilegal

Jakarta, HanTer - Conservation International (CI) Indonesia menyatakan Owa Jawa terancam punah karena jumlah populasinya di hutan kurang lebih tinggal 5.000 ekor akibat perdagangan ilegal sebagai hewan peliharaan.

Owa Jawa atau "hylobates moloch" hidup di wilayah barat Pulau Jawa terutama di hutan-hutan di wilayah Banten, Jawa Barat hingga Pegunungan Dieng Jawa Tengah.

West Java Program Manager CI Indonesia, Anton Ario mengatakan, memburu satu anak atau bayi Owa Jawa untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan, sama halnya dengan membunuh satu keluarga Owa Jawa.

"Untuk memburu bayi Owa Jawa, pemburu akan membunuh induk tersebut. Sedangkan ayah Owa Jawa yang kehilangan anak dan pasangannya, umumnya akan depresi dan kemudian mati," katanya, Jumat (25/11/2016)

Ia juga menyatakan bahwa menjadikan Owa Jawa sebagai hewan peliharaan bukan merupakan bentuk rasa sayang binatang karena dengan begitu mereka tidak dapat hidup pada habitatnya di hutan. "Hal tersebut juga meniadakan perannya sebagai indikator penting kesehatan hutan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa karakteristik Owa Jawa yang mirip seperti manusia antara lain berkeluarga dan tinggal menetap pada satu lokasi sebagai rumah. Selain itu, Owa Jawa juga bersifat monogami dan sangat setia.


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats