Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 01 Juli 2016 15:51 WIB

IZI Salurkan Bantuan Keluarga Tak Mampu di Serang

Serang, Hanter – Kabupaten Serang tak terlalu jauh dari Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia. Hanya diperkukan waktu dua jam lebih sedikit bagi seseorang yang hendak menuju Serang dari Jakarta. Namun ternyata, kemajuan dan kemegahan Kota Jakarta tak lantas berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan kota-kota kecil lainnya di sekitarnya.

Kemiskinan masih melilit warga yang tinggal tak jauh dari Jakarta, termasuk mereka yang berada di Serang, Banten. Karena kemiskinan, bahkan seorang ibu tak mampu membeli dan memiliki makanan sekedar untuk dirinya dan anak balitanya.

Salah satunya, seperti yang dialami Mursadah (24). Ia baru saja melahirkan anaknya secara operasi atau caesar. Paska melahirkan, terjadi bencana ekonomi, ia kesulitan mendapatkan asupan makanan yang memadai karena keterbatasan pendapatan keluarga. Alhasil, Air Susu Ibu (ASI) yang seharusnya bisa diberikan kepada sang buah hati, tidak bisa keluar.

Akhirnya, bayi laki-laki yang diberi nama Samsul ini terpaksa disuapi makanan bayi seadanya yang murah, walau tak sesuai peruntukannya lantaran terus menerus menangis siang malam. Sementara, suami bu Mursadah bekerja sebagai kuli bangunan di sekitar Serang. Ia juga harus menghidupi tujuh orang anggota kelurganya. Sungguh malang nasibnya, sudah beberapa hari ini dia tidak diberikan upah oleh majikannya tanpa sebab yang jelas. 

Kondisi keluarga tersebut sampai kepada Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Senin (27/6/2016). Keeseokan harinya, tim IZI memberangkatkan tim untuk memastikan kondisi Mursadah. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, akhirnya pada pukul 12.00 WIB Tim IZI sampai ke alamat rumah yang dimaksud di Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.  

Ia ternyata tinggal bersama kelurganya di sebuah rumah gubuk berukuran lima meter kali sepuluh meter yang berlantaikan tanah dan hanya beralas terpal. Tim mendapati di rumah bu Mursadah tinggal pula ibunya, Sanudin (suami), M. Samsul (anak) dan dua orang keponakan yang masih kecil. Mursadah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama M. Samsul yang saat ini berusia enam bulan. Selama ini yang menopang hidup ibu Mursanah, anak, ibu dan kedua keponakannya berasal dari suaminya. 

Ketika tim IZI bertemu dengan keluarga ini. Dapat dipastikan bahwa Suami Mursadah adalah seorang kuli bangunan. Sesekali ia menjadi buruh lepas. Penghasillanya tidak tetap. Setiap hari berkisar lima puluh ribu atau terkadang kurang. Dari jerih payah suaminya, ibu Mursadah setiap minggu hanya dikasih 250 ribu-300 ribu untuk berbelanja kebutuhan hidup dan juga untuk membeli susu dan bubur bayi anaknya.

Setelah menyampaikan maksud dan kedatangan Tim IZI, bantuan yang telah disiapkanpun diberikan kepada keluarga Mursadah. Adapun bantuan yang diberikan IZI selain sejumlah uang untuk biaya kehidupan keluarga ini, IZI juga memberikan bantuan berupa barang-barang sembako untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti beras, gula, teh, kopi, susu bayi, susu ibu menyusui dan juga kebutuhan lainnya.

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats