Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 12 Desember 2015 11:49 WIB

Kota Bandung Didaulat Sebagai Jaringan Kota Kreatif UNESCO

London, HanTer - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization - UNESCO) mengumumkan jika Kota Bandung tercatat sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, yang mengumumkan penunjukan 47 kota dari 33 negara sebagai anggota baru dari UNESCO Creative Cities Network di markas besar UNESCO, Paris, Jumat (11/12/2015).

Deputi Wakil Tetap (Ambassador/Alternate Permanent Delegate) RI untuk UNESCO, Prof. Fauzi Soelaiman, kepada Antara di London, Sabtu (12/12/2015), menyatakan kebanggaannya karena kota Bandung masuk dalam UNESCO Creative City Network (UCCN), dalam bidang Desain.

Dia mengatakan, Bandung merupakan kota kedua yang terdaftar di UNESCO Creative City Network (UCCN), setelah tahun lalu (2014), Pekalongan terdaftar pula di UCCN dalam bidang Craft and Folk Art.

"Kami harapkan kota-kota lainnya di Indonesia dapat menyusul untuk dapat memperkenalkan kelebihan masing-masing kota dalam bidangnya sambil mengembangkan jaringan kota dengan kota lain di seluruh dunia," ujarnya.

Dikatakannya, terdapat tujuh kategori yang dapat diikuti, yaitu bidang Kerajinan dan Kesenian Rakyat, Desain, Film, Gastronomy, Sastra, Media dan Seni Musik.

UNESCO Creative City Network diluncurkan tahun 2004, Jaringan yang terdiri atas 116 kota di seluruh dunia bertujuan mendorong kerjasama internasional antar kota yang berkomitmen berinvestasi di kreativitas sebagai pendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan, inklusi sosial dan budaya.

Tercatat kota yang masuk dalam Creative City Network untuk kategori kota selain Bandung adalah Singapore, Budapest, Kaunas di Lithuania, Detroit (AS), Puebla di Mexico.

Sementara itu, UNESCO mencatat untuk kategori gastronomi, Belm (Brazil), Bergen (Norwegia), Burgos dan Dnia di Spanyol, Ensenada (Mexico), Gaziantep (Turki), Tucson (AS), Parma (Italia), Phuket (Thailand) dan kota Rasht di Iran.

Sedangkan, UNESCO dalam kategori musik menetapkan kota Adelaide di Australia , Idanha-a-Nova (Portugal) , Kingston (Jamaica), Kinshasa (Congo) , Liverpool (Inggris), Medelln (Colombia), Salvador (Brazil), Katowice (Polandia), Tongyeong (Korea) dan Varanasi di India.

Kota yang masuk dalam UNESCO Creative City Network katagori literatur Tartu (Estonia), Barcelona (Spanyol), Baghdad (Irak), Ljubljana (Slovenia), Lviv (Ukraina), Montevideo (Uruguay), Nottingham (Inggris ), Obidos (Portugal) dan Ulyanovsk di Rusia.

Adapun dalam kategori kerajinan dan kesenian rakyat, UNESCO menempatkan Al-Ahsa (Saudi Arabia), Bamiyan (Afghanistan), Duran (Ecuador), Lubumbashi (Congo), Isfahan (Iran), Jaipur (India), San Cristbal de las Casas (Mexico) dan kota Sasayama di Japan. Untuk katagori film yaitu di Bitola ( Macedonia), Roma (Italia), Santos di Brazil, kemudian kategori media art adalah kota Austin (AS).


(Oni)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats