Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 24 September 2015 12:54 WIB

Inilah Puisi Denny JA untuk Adnan Buyung Nasution

Jakarta, HanTer-Meninggalnya pengacara senior, Adnan Buyung Nasution direspon banyak kalangan dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan Tokoh Indonesia Tanpa Diskriminasi dan juga Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Dia membuat puisi untuk mengenang sang pengacara kawakan itu.

"Bang Buyung adalah tipe intelektual yang semakin jarang," kata Denny JA dalam siaran persnya yang diterima Harian Terbit, Kamis (24/9/2015).

Denny menilai sosok Adnan Buyung adalah tipe entrepreneur intelektual, seorang cerdik pandai yang juga berperan sebagai entrepreneur sosial, menjadi aktivis, dan penggerak `civil society`.

"LBH dan perjuangannya untuk negara hukum dan sikapnya yang anti diskriminasi menjadi legacy Bang Buyung," ujarnya.

Bagi Denny, seorang Adnan Buyung adalah salah satu `suhu` yang banyak menginspirasinya terutama di era ketika dirinya menjadi aktivis mahasiswa tahun 80-an. Dan, demi mengenang kepergiannya, diapun menulis sebuah puisi bagi pengacara senior itu.

Berikut puisi lengkap Denny JA untuk Alm Buyung Nasution:

Selamat Jalan Bung! Kepada Buyung Nasution

Bung,
Bukan kepergianmu benar yang membuat kami sedih
Karena semangat juangmu tetap hidup bersama kami

Bukan kepergianmu benar yang membuat kami terpaku
Karena gagasanmu dan gagasan kami sudah menyatu

Kami sedih
Karena negeri yang kau tinggalkan
Belum sepenuhnya tercerahkan

Kami sedih
Karena korupsi masih meraja lela
Diskriminasi masih kentara
Kemiskinan masih banyak di desa dan di kota
Sementara banyak lembaga negara
Masih tak amanah mengelola kuasa

(Demikianlah para aktivis berpidato mengenang si Abang yang hero. Sementara Nina duduk termangu
Baginya si Abang bukan semua itu.

Baginya, Si Abang adalah guru yang membimbingnya selalu. Sejak ia masih lugu, hingga kini ia tumbuh sebagai `suhu`.

Dari si Abang ia belajar berani bersuara. Dari si Abang ia belajar berpihak. Nina terus memandang wajah si Abang. Yang sudah kaku terdiam. Sambil dibisikkannya salam:

"Selamat jalan Bang Buyung. Kami teruskan perjuanganmu yang belum selesai".


(luki)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats