Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 24 Juni 2017 15:53 WIB

Kerugian Orang Saat Ditinggalkan Ramadhan

Google News - harianterbit.com

Ramadhan sebentara lagi berlalu, semua amalan ketaatan atau kemaksiatan yang dilakukan selama Ramadhan telah tersimpan pada catatan menjadi saksi di hadapan Allah yang akan diperlihatkan pada hari akhir nanti.

Jika Ramadhan telah berlalu, kemenangan atas ketaatan beribadah dalam bulan Ramadhan yang diperoleh akankah kita pertahankan atau akan kembali dalam kemalasan dan ketidaktaatan, kembali mendatangi maksiat dalam syahwat dan kelalaian.
 
Sabda Rasulullah: “Dan rugilah orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan namun belum mendapatkan ampunan ketika berpisah dengannya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). Di antara tanda yang menunjukkan diterimanya suatu amalan adalah berlanjutnya amalan tersebut pada waktu berikutnya karena amalan yang baik akan menarik amalan baik berikutnya.

Orang–orang salaf generasi setelah Rasulullah bersedih ketika berpisah dengan Ramadhan bulan pendidikan untuk kesabaran, bulan yang dapat merasakan betapa lemahnya diri kita dihadapan Allah, bulan betapa tingginya derajat orang-orang yang melakukan ibadah karena Allah.

Ketika Ramadhan rajin sholat wajib dan sholat sunnah, rajin bersedekah, rajin membaca dan mempelajari Al-Qur’an, rajin mendengarkan tausiyah kebaikan, memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah, semuanya itu hendaklah terus dilakukan setelah Ramadhan.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah, Rasulullah menjawab, “Yakni yang terus-menerus walaupun sedikit”.

Aisyah isteri Rasulullah ditanya sahabat, “Bagaimana Rasulullah mengerjakan sesuatu amalan, apakah ia pernah mengkhususkan sesuatu sampai beberapa hari tertentu”? Aisyah  menjawab, “Tidak, namun beliau mengerjakan secara terus-menerus, dan siapapun di antara kalian hendaknya ia jika mampu mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan Rasulullah”.

Allah berfirman “Beribadahlah kamu kepada Rabb-Mu hingga datang kepadamu Al Yaqin”. Yakni maut. (QS Al-Hijr: 99). Maksudnya berhenti beribadah ketika telah mati. Sebagaimna Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya jika anak adam meninggal maka putus sudah amalnya.”

Rasulullah bersabda: ”Bebanilahdiri kalian dengan amal sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah).

Wallohu a’lambishshawab.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus