Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 12 April 2017 13:20 WIB

Inilah Momentum Yesus Mempertaruhkan Nyawa, untuk Menebus Dosa Umat-Nya

Google News - harianterbit.com

Kupang, HanTer - Umat Kristiani di Nusa Tenggara Timur mulai memasuki tiga hari raya menjelang Paskah sejak malam Rabu atau Kamis Putih dan dilanjutkan dengan Jumat Agung, lalu Sabtu Alleya dan Minggu Paskah atau Kebangkitan.
 
"Setelah satu bulan lebih umat setempat menyiapkan diri dalam minggu Pra-Paskah mulai Kamis (13/4) mulai memasuki tiga hari raya menuju puncak perayaan pada Minggu Paskah," kata Pastor Paroki Gereja Katolik St Yoseph Pekerja Penfui RM Krispinus Saku, PR, di Kupang, Rabu, (12/4/2017).
 
Menurut dia Paskah sesungguhnya bagi umat Kristiani bukan hari perayaan biasa karena merupakan momentum dimana Yesus mempertaruhkan nyawa-Nya, untuk menebus dosa-dosa umatNya manusia.
 
Untuk itu, perayaan Paskah sesungguhnya harus dirayakan dengan penuh rasa bersyukur, atas pengorbanan Yesus yang telah merelakan jiwa dan raganya, untuk menebus kesalahan manusia.
 
Ini ditandai dengan perayaan Malam Kamis Putih yang menggambarkan sikap dan peran para pengikut Yesus seperti tokoh Pilatus dan rasul Yudas Iskariot.
 
Pilatus menentang kebenaran bahkan mengadili kebenaran demi mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Sedangkan Yudas menjual kebenaran demi segepok uang 30 keping perak.
 
"Dua ribu tahun yang lalu, Pilatus mengambil keputusan menyerahkan Yesus Kristus, simbol kebenaran dari Allah untuk disalibkan orang Yahudi. Begitu juga Yudas Iskariot, menjual Yesus kepada orang Yahudi demi segepok uang," katanya dikutip Antara.
 
Ia mengatakan dua tokoh ini masih hidup di zaman modern ini. Dalam praktik demi jabatan dan kekuasaan, orang bisa saja menindas dan mengadili kebenaran.
 
Demi sepeser dan sekeping uang, orang juga bisa saja menjual teman dan sahabatnya, bahkan menjual kebenaran untuk kepentingannya.
 
Di sini Umat, katanya, mesti belajar dari teladan Kristus, yaitu bersikap rendah hati dan penuh belas kasih, sebagaimana yang ditunjukkan Kristus saat membasuh kaki para murid-Nya.
 
"Saat membasuh kaki para murid-Nya, Kristus memberi teladan sebagai pemimpin yang rendah hati dan penuh belas kasih. Dua nilai ini menjadi inspirasi pelayanan kepada orang lain dan gereja. "Pemimpin yang rendah hati dan suka melayani akan dihormati sepanjang zaman," katanya.
 
Sementara itu, hari Jumat pagi, umat akan mengikuti Tablo (jalan salib hidup) di sejumlah halaman Gereja. Tablo ini dimainkan oleh anggota Orang Muda Katolik (OMK) setempat, atau panitia yang telah menyiapkannya.
 
Tablo itu umumnya menggambarkan bahwa penyaliban yang Yesus di atas kayu salip sangat menyakitkan, bilur-bilur darah yang menetes, sebagai bukti pembasuhan dosa yang melekat pada tubuh umat manusia.
 
Perbuatan-perbuatan manusia yang tidak kehendak Allah, telah dijembatani dengan kematian Yesus. Jadi dosa yang selama dilakukan oleh manusia, kini telah dilenyapkan-Nya.
 
"Betapa istimewahnya manusia dimata Yesus, lalu bagaimana tindakan manusia terhadap Yesus yang telah menebus kita?. Paskah adalah peringatan keras untuk kita semua, agar setiap perbuatan perkataan yang kita lakukan setiap hari, tidak menyakiti Yesus yang telah mati untuk kita," katanya.
 
Paskah yang dirayakan umat Kristiani setiap tahun, seharusnya Paskah membawa perubahan dalam hidup, baik itu perubahan pikiran, perkataan dan perbuatan, sehingga dimana pun umat Kristen berada selalu membawa damai, seperti Yesus mendamaikan manusia dan Allah melalui penyaliban-Nya di atas kayu salip.
 
"Perayaan Paskah tujuan utamanya adalah ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya, sehingga dengan perayaan Paskah yang dirayakan setiap tahun terus menggiring manusia kepada kesempurnaan ilahi yang diingini Allah dalam hidup manusia," tuturnya.
 
Sedangkan pada perayaan Sabtu Aleluya yang berbeda dengan misa biasa, misa Sabtu Aleluya sebanyak lima bacaan dibawakan. Sementara tata perayaan berikut adalah liturgi baptis dimana semua umat diperciki air baptis serta membaharui kembali janji baptis masing- masing serta liturgi ekaristi.
 
Saat perarakan lilin Paskah Imam mengangkat lilin sambil menyanyi "Terang Kristus," dan umat menjawab "Syukur kepada Allah". Hal itu diulangi sebanyak tiga kali hingga lilin Paskah disimpan di altar. Saat perarakan itu, semua lampu dipadamkan dan baru dinyalakan setelah lilin Paskah ditempatkan di altar.
 
Ini menandakan Yesus bangkit dari kubur (bandingkan Injil Markus 16: 1-7), yang intinyamengatakan saat yesus bangkit dari kubur maka semua ramalan tentang Yesus tidak akan bangkit tidak berlaku atau jadi berantakan.
 
Ini diimani bahwa Yesus yang bangkit dari maut itu, telah membawa kemenangan atas maut. Dia juga melukiskan peran perempuan atas berita kebangkitan Yesus. Perempuan itu sebagaisaksi kebangkitan pertama.
 
"Harus diakui yang menjadi ujung tombak dalam mengungkap misteri kebangkitan Yesus adalah mereka-mereka yang lemah atau tidak kuat," katanya.
 
"Bukti kasih Yesus kepada manusia, Ia rela disalibkan untuk demi menanggung dosa-dosa umat manusia, pada hari ketiga, Yesus menang atas maut dan Ia bangkit dari kematianNya. Kebangkitan Yesus telah mengubah rubah manusia dari manusia lama (manusia berdosa) menjadi manusia yang baru (manusia tanpa dosa)," katanya.

(Anu)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus