Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 06 September 2016 13:22 WIB

Allah Selalu Melihat Kita

Google News - harianterbit.com

Di Padang Mahsyar pada hari pembalasan ketika semua manusia kembali menghadap Allah untuk menerima buku catatan amal masing masing dan menjalani timbangan  amal baik dan amal buruk nya maka siapapun tak ada yang bisa mengelak apa yang telah dilakukan.

Penyesalan tak ada artinya, kalaulah boleh minta dihidupkan kembali bersumpah  akan berbuat yang terbaik tak akan menyia-nyiakan kehidupan.

Allah snantiasa mengetahui dan mendengar semua yang kita ucapkan, pikirkan dan lakukan. Boleh jadi orang lain tak akan mengetahui, namun Allah dan diri kita  sangat mengetahui semuanya. Mungkin juga ketika kita melakukan keburukan secara sadar atau  tidak sadar karena telah terbelenggu  bujuk rayu setan sehingga kita lalai berzdikir mengingati Allah. Padahal dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan dan pikirkan  meski tak diketahui orang lain namun Allah melihat kita.
 
Dikisahkan, ada seorang Syaikh mempunyai banyak murid, hanya seorang yang paling disayangi sehingga murid lainnya merasa iri hati. Kepada para muridnya Syaikh memberikan tugas. Masing-masing murid diberi seekor unggas. Diperintahkan agar membawa unggas itu ke suatu tempat yang tersembunyi  tidak diketahui siapapun. Selanjutnya membunuh unggas itu. Diperintahkan agar  membawa kembali bangkai unggas itu kehadapan Syaikh sebagai barang bukti.  

Semua murid pun kembali menghadap Syaikh dan memperlihatkan barang bukti  bangkai unggas itu, kecuali seorang murid kesayangan Syaikh yang membawa kembali unggas itu masih dalam keadaan hidup. Ketika ditanya oleh  Syaikh mengapa  membawa kembali unggas itu masih dalam keadaan hidup maka murid yang satu ini  mengatakan tidak dapat mencari tempat yang tersembunyi  karena sumua tempat  terlihat oleh Allah: ”Sekarang kalian tahu  murid  yang mencapai tingkatan senantiasa  mengingati Allah dimanapun berada,” kata Syaikh dihadapan semua muridnya.
 
Boleh jadi dengan jari-jari atau tasbih kia  berzdikir  sebanyak-banyaknya mengingat Allah.  Namun  sering kita lupa menghitung berapa banyak dosa, kesalahan  dan perbuatan  maksiat yang telah kita lakukan. “Kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari penyaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui”. (Q.S. Fushshilat : 22)

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus