Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 25 Agustus 2016 12:34 WIB

Teguhnya Akidah Sahabat Nabi

Google News - harianterbit.com

Keteguhan akidah para sahabat Nabi dengan Islam sebagai agamanya tidak diragukan lagi. Meski disiksa dengan berbagai cara agar kembali kepercayaan yang dianut nenek moyangnya,  namun  tak menggoyahkan akidahnya.
 
Istilah akidah dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah. Jika keputusan pikiran itu benar maka disebut aqidah yang benar dan apabila keputusan itu salah maka disebut aqidah batil.
 
Aqidah adalah  kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas, tidak bimbang tidak bisa dihinggapi kebimbangan, percaya yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash.-Shahihah.
 
Prof. M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa Arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya.
 
Zinnirah seorang budak wanita masuk Islam pada saat Rasulullah berdakwah. Zinnirah melakukan ibadahnya secara sembunyi-sembunyi. Tuannya adalah pemuka Quraisy yang sangat membenci Islam, ketika mengetahui kalau Zinnirah telah memeluk Islam dia marah dan menyiksanya. Meski setiap hari Zinnirah dijemur dibawah teriknya matahari namun tetap tabah. Bahkan  sampai kedua matanya  ditusuk dengan besi panas  hingga matanya buta pun Zinnirah tetap pada agamanya.  

Ketabahannya mempertahankan akidahnya sungguh luar biasa. Meski disiksa namun tak membuat Zubair berubah keyakinannya. Bahkan ketika dalam penyiksaan Zubair berkata: “Demi Allah, aku tidak akan kembali lagi kepada kekufuran untuk selama-lamanya.”
 
Zubair sangat mencintai Rasulullah.  Suatu ketika sedang berada di rumahnya di Makkah, tiba-tiba  mendengar orang meneriakkan: “Muhammad bin ‘Abdullah terbunuh!” Mendengar itu, Zubair keluar rumah dalam keadaan berpakaian tak sempurna sambil memegang pedangnya mencari orang yang disebut-sebut telah membunuh Rasulullah. Padahal Rasulullah dalam keadaan sehat. Rasulullah heran dengan kondisi Zubair yang tak berpakaian sempurna itu. Rasulullah bertanya: ”Ada apa denganmu,  Zubair?” Zubair menjawab, “Ya Rasulullah aku mendengar tadi engkau telah terbunuh. Kalau itu benar aku akan membunuh penduduk Mekkah (maksudnya kafir Quraisy). Rasulullah  tersenyum dan berdoa agar Zubair mendapatkan kebaikan dan pedangnya mendapatkan kemenangan.

Wallohu a’lambishshawab.

( H Nuchasin M Soleh/Harian Terbit)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus