Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 04 Agustus 2016 12:11 WIB

Menghina Sangat Tercela

Google News - harianterbit.com

Dalam pergaulan tak luput dari hinaan. Bahkan terkadang ada pemimpin yang entah sadar atau tidak ia suka menghina bawahan atau orang lain. Tentunya sedih, kesal, geram bahkan marah ketika ada orang yang menghina hingga menyakitkan hatinya. Padahal Allah membenci orang yang menyakiti hati orang lain.

Hariyanto Imadha seorang psikolog mengatakan watak seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan empiris. Terus-menerus dan tersimpan dalam alam bawah sadarnya. Kebiasaan terbentuk dari suasana internal maupun eksternal dari seseorang itu.

Pengaruh lingkungan,kata Hariyanto lebih dominan daripada pengaruh keturunan terhadap perkembangan watak seseorang. Mengubah kebiasaan yang telah menjelma menjadi watak, tidaklah mudah. Teori psikologi mengatakan seseorang yang mempunyai kebiasaan menjelek-jelekkan orang karena beberapa faktor, antara lain iri atau sirik (bukan syirik), rendah diri, persaingan dan pengidap psikopat.

Sadar atau tidak, merasa tidak suka melihat orang lain sukses. Karena tak mampu berbuat sama atau bahkan tak mampu berbuat lebih, maka dia menjelek-jelekkan orang lain sebagai kompensasi untuk menutupi keiriannya.  Dengan menjelek-jelekkan orang lain dia memperoleh kepuasan psikologis, walaupun kepuasanya itu semu.

Rasulullah melarang menghina orang lain terutama sesama muslim karena berdosa besar, dan balasannya neraka. ”Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur." [HR. Muslim].

Seorang salaf berkata: ”Apabila sampai kepadamu perkataan dari saudaramu berupa hinaan yang menyakitkan hatimu janganlah risau. Seandainya perkataan itu benar, maka itu adalah hukuman yang disegerakan bagimu daripada mendapat hukuman di akhirat. Dan seandainya perkataan itu tidak benar, maka itu akan menjadi pahala bagimu."
 
Sebaiknya, orang yang dihina tidak balik membalasnya, karena  saat ada orang yang menghina kita  justru kita yang akan mendapatkan pahala, orang yang menghina itu tengah memberikan kebaikan pahala yang ada padanya kepada kita yang dihina.

Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh  jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang di olok-olokkan) dan jangan pula  wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan ) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan)…. (QS  Al Hujurat:11).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh/Harian Terbit)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus