Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 27 Juli 2016 12:38 WIB

Mencari Ketenangan Batin

Google News - harianterbit.com

Dalam keseharian ada kalanya suasana hati merasa tidak nyaman, galau, cemas, takut  baik di rumah, di tempat pekerjaan, di dalam kendaraan umum atau pribadi karena tengah dirundung masalah pelik dalam kehidupan.

Ketika ditinggal pergi atau ditinggal wafat sang anak, suami, isteri, ayah, ibu atau orang tercinta dan keluarga, kita yang tengah dirundung sakit berat dapat dipastikan akan sedih, makan  minum  tak enak dan tidur pun tak nyenyak. Kondisi seperti ini adalah sunatullah dalam kehidupan.
 
Manusia adalah makhluk sosial yang  saling membutuhkan dan berkomunikasi untuk menenuhi kehidupannya. Rasulullah mengatakan silaturahmi dapat memanjangkan umur dan memurahkan rezeki. Menjalin hubungan baik dengan keluarga dan tetangga, kerabat merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan.
 
Bagi  mukmin untuk mendapatkan ketenangan, ketenteraman dan kepuasan batin tentunya harus yang dibenarkan syariat. Boleh jadi bertapa, minum minuman keras, dugem, berpesta ria dalam pergaulan bebas dan perbuatan maksiat lainnya mampu  memberikan ketenangan  atau kepuasan batin. Tapi ketenangan dan kepuasan batin yang diperoleh dengan jalan maksiat adalah ketenangan sesaat yang bisa mendatangkan mudarat.
 
Allah berfirman: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS.Ar Ra’d : 28).
 
Kegelisahan, kegalauan  dalam hati dapat dihalau atau dapat dikurangi dengan cara berdzikir mengingat Allah, karena  sesungguhnya dzikir adalah penghidup hati yang hakiki. Dzikir dengan bertasbih, bertahmid, bertahlil seraya memahami maknanya akan membuat hati menjadi tenang.   
 
Seorang ulama salaf berkata, “Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini. Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya adalah kenikmatan yang paling besar didunia.”

Untuk mendapatkan  ketenangan  batin dapat diraih antara lain dengan: membaca dan mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, mendatangi  majlis ilmu, berkhalwat mencari tempat yang tenang, menyayangi orang miskin, mensyukuri apa yang ada, berlapang dada dan senantiasa berpikiran positip.

(Wallohu a’lambishshawab).

(H Nuchasin M Soleh/Harian Terbit)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus